Passpod Siap Listing di Bursa Saham Pada Kuartal IV/2018

Passpod merupakan salah satu perusahaan rintisan yang termasuk dalam binaan IDX Incubator. Perusahaan yang bergerak pada bidang jasa rental modem wifi untuk destinasi wisata luar negeri tersebut bergabung dengan IDX Incubator sejak Februari 2018.
Dara Aziliya | 24 Agustus 2018 14:59 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan penyedia jasa rental modem portable, PT Yelooo Integra Datanet bersiap untuk listing di bursa saham domestik selambat-lambatnya pada kuartal terakhir tahun ini. Sebagai langkah awal, Passpod telah melaksanakan mini expose dengan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Passpod merupakan salah satu perusahaan rintisan yang termasuk dalam binaan IDX Incubator. Perusahaan yang bergerak pada bidang jasa rental modem wifi untuk destinasi wisata luar negeri tersebut bergabung dengan IDX Incubator sejak Februari 2018.

CEO Yelooo Integra Datanet, Hiro Whardana menyampaikan perseroan telah melaksanakan mini expose sebagai bagian dari langkah perseroan untuk segera melantai di bursa saham. Dengan menjadi perusahaan terbuka, Passpod akan fokus menggarap pasar spesifik yang bisnisnya potensial.

“Tingginya tren bepergian ke luar negeri bagi masyarakat Indonesia sudah banyak dibidik pelaku bisnis dengan menawarkan berbagai paket transportasi dan akomodasi. Ceruk pasar yang belum tersentuh adalah kebutuhan konektivitas wisatawan yang akan bepergian tersebut,” ujar Hiro di Jakarta, Jumat (24/8).

Hiro menyampaikan masyarakat yang bepergian ke luar negeri mencari tawaran terbaik dan termurah saat merencanakan perjalanannya baik melalui pengalaman rekan maupun berbagai ulasan di sosial media dan internet..

“Kebutuhan traveler untuk tetap terkoneksi inil yang menjadi target Passpod. Saat berada di destinasi wisata tentu mereka akan memerlukan koneksi internet untuk mencari informasi, melihat peta, mencari tempat makan, melihat review, sharing di media sosial,” lanjut Hiro.

Perseroan optimistis untuk dapat tumbuh positif di tengah kondisi pasar yang mendukung, yaitu tren travelling yang marak di masyarakat. Passpo berniat memperkuat posisi sebagai penyedia service bagi wisatawan, sehingga melirik IPO sebagai opsi pendanaan.

Menurut Hiro, salah satu persyaratan untuk bisa go publicbagi perusahaan rintisan adalah terpenuhinya net tangible asset (NTA) perusahaan. Hal tersebut  tercermin dari laporan keuangan Passpod yang kian menunjukkan peningkatan sejak resmi didirikan.

 “Saat ini kami optimis dengan kondisi finansial yang sehat dan stabil, Passpod bisa menjadi salah satu emiten pilihan investor ritel di Indonesia. Terlebih, sejak berdirinya Passpod, jumlah pelanggan naik sebesar 700% atau total 58.500 pelanggan per Juni 2018,” tambah Hiro.

Saat ini, Passpod tengah memperkuat teknologi dengan mempersiapkan jasa travelling berbasis aplikasi. Selain itu, Passpod juga menggandeng Alfamart sebagai drop point modem Passpod yang tersebar di Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top