Penjualan Kendaraan Naik, Sinyal Positif Bagi Saham ASII

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan kendaraan roda empat nasional (4W) pada JanuariJuli 2018 yaitu sebesar 661.000 unit atau meningkat 6,8% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 21 Agustus 2018  |  12:49 WIB
Penjualan Kendaraan Naik, Sinyal Positif Bagi Saham ASII
Kantor Pusat Astra Internasional. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan kendaraan roda empat nasional (4W) pada Januari—Juli 2018 yaitu sebesar 661.000 unit atau meningkat 6,8% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Untuk Juli 2018, penjualan kendaraan roda empat mencapai 107.700 unit atau melonjak 25,9% dibandingkan Juli 2017. Penjualan Juli 2018 memang diprediksi meningkat setelah penjualan pada Juni 2018 sempat lesu, akibat perayaan Lebaran.

Analis Kresna Sekuritas Franky Rivan mencatat penjualan kendaraan roda empat hingga Juli 2018 telah mencapai 58,2% dari estimasi entitas untuk penjualan dalam setahun penuh 2018. Kresna memprediksi penjualan kendaraan roda empat pada 2018 mencapai 1,136 juta unit.

“Pangsa pasar ASII pada Juli 2018 meningkat ke level 48,9%, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 48,5%, yang dikontribusikan oleh kenaikan penjualan Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Situasi ini sesuai dengan proyeksi kami di mana Astra akan membukukan penjualan lebih tinggi pada segmen SUV,” ungkap Franky, Selasa (21/8).

Franky menyampaikan berdasarkan diskusinya dengan manajemen emiten dengan sandi ASII tersebut, perseroan berhasil memasarkan hampir 13.000 Rush dan Terios pada Agustus 2018, meningkat drastis dari awal tahun yang hanya rata-rata 6.000 unit per bulan.

Situasi ini dinilai menguntungkan bagi ASII karena konglomerasi otomotif tersebut dapat kembali memperoleh pangsa pasar Avanza yang belakangan direbut oleh Mitsubishi. Selain itu, permintaan pasar pun tengah bergeser pada segmen SUV.

“Kami meyakini pangsa pasar ASII dapat mencapai 51,1% pada akhir 2018,” kata Franky.

Entitas merekomendasikan buy untuk saham ASII dengan target harga hingga akhir tahun mencapai Rp9.100.  Pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (21/8), saham ASII tercatat menguat 0,68% atay 50 poin ke level Rp7.450. ASII diperdagangkan dengan PER 14,52x.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra international

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup