Acset Indonusa (ACST) Kantongi Tambahan Kontrak Pondasi Rp7,5 Miliar

PT Acset Indonusa Tbk. mengantongi tambahan kontrak baru dengan didominasi pekerjaan pondasi sampai dengan Juli 2018
M. Nurhadi Pratomo | 21 Agustus 2018 10:13 WIB
Presiden Direktur PT Acset Indonusa Tbk Jeffrey Gunadi didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Jakarta, Rabu (11/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Acset Indonusa Tbk. mengantongi tambahan kontrak baru dengan didominasi pekerjaan pondasi sampai dengan Juli 2018.

“Sampai saat ini kami masih mengikuti tender. Ada [tambahan kontrak baru] pekerjaan pondasi,” ujar Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari dihubungi Bisnis.com, Senin (20/8).

Maria menjelaskan bahwa terdapat beberapa kontrak baru pekerjaan pondasi di Pelabuhan Terminal Peti Kemas, Medan. Nilai kontrak yang didapatkan dari proyek tersebut senilai Rp7,5 miliar.

Dengan demikian, emiten berkode saham ACST itu telah mendapatkan 6 kontrak baru pekerjaan pondasi sampai dengan Juli 2018. Total nilai kontrak baru pekerjaan pondasi sampai dengan periode tersebut yakni Rp275 miliar.

Secara detail, proyek pondasi yang didapatkan yakni Fly Ash Silo senilai Rp30 miliar, Graha Pertamina Rp40 miliar, Tanjung Jati B Expansion Silo (Jawa 4) senilai Rp20 miliar, Pelabuhan Patimban senilai Rp173 miliar, Gedung Balai Kesehatan Penerbangan I senilai Rp4,5 miliar, dan teranyar pekerjaan Pelabuhan Terminal Peti Kemas.

Adapun, dari sisi pekerjaan struktur, ACST telah memeroleh proyek Borobudur Finishing senilai Rp30 miliar.

Maria mengklaim masih mengikuti sejumlah tender proyek infrastruktur. Akan tetapi, pihaknya belum membeberkan secara rinci pekerjaan yang diincar.

Menurut catatan Bisnis.com, ACST bersama PT Nusantara Infrastructure Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT Triputra Utama Selaras mengusulkan pembangunan jalan tol prakarsa ruas Cikunir—Ulujami sepanjang 36,50 kilometer. Biaya investasi proyek diperkirakan mencapai Rp22,50 triliun.

Manajemen ACST menyatakan masih optimistis mencapai target yang dipasang 2018. Jumlah nilai kontrak baru yang dibidik mencapai Rp10 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, Acset Indonusa mengantongi pendapatan Rp1,65 triliun pada semester I/2018. Pencapaian itu naik 62,21% dari periode yang sama tahun lalu Rp1,02 triliun.

Beban pokok pendapatan juga merangkak naik 56,24% secara tahunan pada semester I/2018. Tercatat, terjadi kenaikan dari Rp852,23 miliar menjadi Rp1,33 triliun.

Dengan demikian, ACST mendapatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk Rp73,44 miliar pada semester I/2018. Jumlah tersebut tumbuh 14,48% dibandingkan dengan hasil yang dibukukan pada semester I/2017.

Secara terpisah, analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan bahwa mayoritas kinerja keuangan kontraktor swasta tertekan pada semester I/2018. Hal itu akibat sektor properti yang masih melemah.

“[ACST tetap tumbuh] karena mengerjakan proyek pemerintah juga,” jelasnya.

Tag : acset indonusa
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top