Laba Bersih Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) Tergerus 15%

Emiten distribusi pulsa PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp16,41 miliar pada semester I/2018. Nilai tersebut tergerus 15,26% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada semester I/2017
Dara Aziliya | 06 Agustus 2018 17:36 WIB
Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) Jefri Junaedi (kedua kiri), Wakil Direktur Roby Tan (kiri), Direktur Operasional Doane Cahyadi (kedua kanan) dan Direktur Marketing and Sales Artiko Samudro memberikan penjelasan saat paparan publik, di Jakarta, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distribusi pulsa PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp16,41 miliar pada semester I/2018. Nilai tersebut tergerus 15,26% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada semester I/2017

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan kode saham MKNT tersebut membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,88 triliun, meningkat tipis 1,05% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kenaikan penjualan bersih MKNT ini mayoritas berasal dari kenaikan penjualan pulsa isi ulang yang meningkat sebesar Rp141 miliar dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan mencatat kenaikan penjualan tersebut didorong oleh ekspansi perseroan ke daerah sehingga beban operasional menjadi lebih longgar. Di sisi lain, upaya tersebut secara langsung mendongkrak angka penjualan pulsa.

Berdasarkan segmen bisnisnya, penjualan MKNT sampai saat ini masih ditopang oleh pulsa isi ulang yang berkontribusi pada laba bersih lebih dari 95%.

Direktur Utama Mitra Komunikasi Nusantara Jefri Junaedi mengungkapkan masih banyak kota-kota di daerah yang belum sepenuhnya dijangkau oleh layanan MKNT. Situasi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perseroan untuk mendistribusikan produknya.

“Sampai denga Juli 2018, kami memiliki setidaknya 175 ribu retailer yang melayani 79 outlet Telkomsel Distribusi yang tersebar di 16 kluster di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Jumlah ini belum termasuk gerai-gerai utama seperti GraPari dan cabang Authorized Dealer di daerah,” ungkap Jefri melalui keterangan resmi, Senin (6/8/2018).

Untuk itu, dia menyebut perseroan akan menumbuhkan aset-aset di daerah sehingga dapat mengoptimalisasikan distribusi produk telekomunikasi yang permintaannya selalu ramai. Per 30 Juni 2018, aset MKNT mencapai Rp1,1 triliun atau naik 13,8% dibandingkan dengan per 31 Desember 2017.

Tag : kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top