Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merdeka Copper Gold (MDKA) Ekspansi Tambang Tembaga FRL

Langkah PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengakuisisi Finders Resources Limited (FRL) merupakan salah satu upaya perusahaan dalam ekspansi ke bisnis pertambangan tembaga.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 24 Juli 2018  |  22:16 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk,  di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Langkah PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengakuisisi Finders Resources Limited (FRL) merupakan salah satu upaya perusahaan dalam ekspansi ke bisnis pertambangan tembaga.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan, akuisisi FRL menjadi salah satu upaya perseroan dalam ekspansi bisnis pertambangan tembaga. Setelah seluruh proses akuisisi rampung, tambang FRL dapat beroperasi seperti biasa.

“Akuisisi FRL berdampak terhadap MDKA untuk pengembangan bisnis tembaga. Pengoperasian nantinya tetap berjalan seperti biasa meski berpindah kepemilikan,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (24/7/2018).

MDKA mengakuisisi FRL melalui anak usahanya, yakni Eastern Field Developments Limited (EFDL). FRL mengoperasikan tambang tembaga di Wetar, Maluku Barat.

Adapun, detail tender offer termasuk nilainya masih dalam proses. Yang jelas, akuisisi tersebut akan mencakup sejumlah anak usaha FRL.

Dalam proyek penambangan, MDKA saat ini hanya mengandalkan proyek pertambangan Tujuh Bukit, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikelola oleh anak usahanya, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI).

Berdasarkan perhitungan Desember 2017, lapisan porfiri Tujuh Bukit memiliki sumber daya mineral emas sebesar 28 juta ounces dan 19 miliar pon tembaga. Adapun, pada lapisan oksida, sumber daya meniral mencakup 2,45 juta ounce emas dan 79 juta ounce perak.

Namun demikian, sambung Adi, perusahaan masih melakukan studi kelayakan dan keekonomisan penambangan tembaga. Oleh karena itu, MDKA berfokus mengembangan produksi emas dan perak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mdka
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top