Awal Agustus 2018, Merdeka Copper Gold (MDKA) Gelar Rights Issue

Emiten pertambangan mineral PT Merdeka Copper Gold Tbk., (MDKA) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada 2--8 Agustus 2018.
Hafiyyan | 22 Juni 2018 12:19 WIB
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, (MDKA) Adi Adriansyah Sjoekri (tengah), General Manager Finance Suryadinata Tanu (kiri) dan General Manager Legal Eko Utomo Yuliawan, memberikan paparan publik, seusai RUPST dan RUPSLB di Jakarta, Senin (21/5/2018). - ANTARA/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan mineral PT Merdeka Copper Gold Tbk., (MDKA) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada 2--8 Agustus 2018.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan, dalam RUPSLB pada 21 Mei 2018, pemegang saham sudah menyetujui rencana peningkatan modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan menerbitkan HMETD sebanyak-banyaknya 933,33 juta saham.

Dalam melakukan PUT I atau HMETD tahap pertama, MDKA akan melepas 594,93 juta lembar saham. Harga pelaksanaan ialah Rp2.250 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp1,34 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi, periode pelaksanaan dan perdagangan PUT I ialah pada tanggal 2--8 Agustus 2018.

"HMETD memang akan kami lakukan bertahap, sesuai keterbukaan informasi hari ini," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (21/6/2018).

Adapun, sisa penerbitan HMETD sebanyak 338,40 juta lembar masih dalam tahap persiapan. Adi menyampaikan, pelaksanaan rights issue tahap kedua tidak akan melebihi waktu satu tahun sejak persetujuan RUPSLB.

Dalam keterbukaan informasi, pemegang saham MDKA, yakni PT Mitra Daya Mustika (MDM), PT Trimitra Karya Jaya (TKJ), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), dan PT Srivijaya Kapital (SK) akan melaksanakaan haknya untuk membeli saham baru.

MDM akan membeli sebanyak 98,09 juta saham senilai Rp220,70 miliar, TKJ membeli 81,45 saham seharga Rp183,27 miliar, SRTG membeli 37,74 juta saham sebesar Rp84,93 miliar, dan SK membeli 27,06 juta saham senilai Rp60,88 miliar.

Apabila saham baru yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham, saham yang tersisa tersebut akan dibeli oleh PT Suwarna Arta Mandiri (SAM) sebagai pembeli siaga sampai dengan maksimum sebesar Rp550 miliar. Hal itu berdasarkan Perjanjian Pembelian Siaga tertanggal 8 Juni 2018.

Sebelumnya, Adi menyampaikan, perseroan berencana menggunakan seluruh dana bersih yang diperoleh dari PUT I ini untuk belanja modal dan modal kerja. Pada 2018 perusahaan mengalokasikan belanja modal US$90 juta degan sumber pendanaan dari kas internal dan hasil dana right issue.

Alokasi dana paling besar digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi oksida menjadi 6 juta ton dari saat ini sebesar 4 juta ton. Namun, realisasi pencapaian 6 juta ton diperkirakan terlaksana pada 2019.

Tag : merdeka copper
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top