Hartadinata Abadi (HRTA) Buka 9 Gerai Baru

Produsen dan peritel perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. telah membuka sekitar 9 gerai baru hingga Mei 2018.
Novita Sari Simamora | 23 Juli 2018 20:27 WIB
Pengunjung mengamati koleksi perhiasan PT Hartadinata Abadi Tbk. di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Produsen dan peritel perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. telah membuka sekitar 9 gerai baru hingga Mei 2018.

Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi M. Ath Thoriq mengatakan, gerai baru yang dibuka terdiri dari 8 gerai ACC dan satu Claudia. Dengan pembukaan gerai baru itu, perseroan telah memiliki 26 gerai ACC, 3 gerai Claudia dan gerai Celine tetap dua unit.

Dari 26 gerai ACC, katanya, sebanyak 80% merupakan milik Hartadinata, sisanya adalah waralaba. Dia menuturkan, permintaan untuk pembukaan waralaba cukup banyak,  tetapi kriteria tidak sesuai dengan yang ditetapkan perseroan.

"Setelah proses screen, ada sekitar 50 yang mengajukan franchise. Namun, untuk toko perhiasan, kami akan pilih kriteria keamanan, di pasar dan tidak terisolir. Pembukaan gerai dominan di Pulau Jawa," ungkapnya kepada Bisnis.com, Senin (23/7/2018).

Thoriq menyebutkan,perseroan telah membuka di beberapa lokasi, antara lain, dua gerai di Batam, dua gerai di Madura, serta di Bali dan Makassar masing-masing satu gerai. Dalam waktu dekat, katanya, perseroan akan membuka gerai di Medan, Kalimantan dan Palembang.

Adapun, alokasi belanja modal untuk pembukaan gerai ACC sekitar Rp3 miliar. Selain membuka gerai ACC, Hartadinata juga telah membuka satu gerai Claudia dengan alokasi belanja modal senilai Rp15 miliar hingga Rp20 miliar.

Emiten bersandi saham HRTA mengalokasikan belanja modal senilai Rp300 miliar untuk membangun 100 gerai baru. Adapun, rencana belanja modal senilai Rp300 miliar sudah termasuk untuk pembukaan gerai dan bahan baku.

Thoriq menambahkan, penjualan pada Lebaran tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Dia mengatakan, perseroan telah menaikkan utilisasi hingga dua kali pada dua bulan sebelum Lebaran. "Dua bulan sebelum Lebaran, kami sudah menaikkan utilisasi dari 30% menjadi 60%. Kami naikkan dua kali lipat. Namun setelah Lebaran, utilisasi akan kembali normal," katanya.

Pada tahun ini, HRTA berencana untuk meningkat margin bersih yang kini stabil di level 9%. Dia optimis, dengan melakukan penambahan gerai-gerai baru maka saluran distribusi semakin pendek dan margin berpotensi meningkat menjadi dua digit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Hartadinata Abadi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top