Penjualan Ramayana (RALS) Meningkat, Prospek Saham Potensial Naik

Performa emiten ritel Ramayana Lestari Sentosa (RALS) pada kuartal II/2018 diperkirakan tumbuh lebih baik sehingga mengangkat kinerja semesteran dan mendorong prospek kenaikan harga saham lebih lanjut.
Fajar Sidik | 20 Juli 2018 10:11 WIB
Swalayan Ramayana - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Performa emiten ritel Ramayana Lestari Sentosa (RALS) pada kuartal II/2018 diperkirakan tumbuh lebih baik sehingga mengangkat kinerja semesteran dan mendorong prospek kenaikan harga saham lebih lanjut.

Christine Natasya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia RALS membukukan pendapatan kotor sebesar Rp3,6 triliun (+4.5% YoY) pada kuartal II/2018, sehingga total pendapatan kotor kumulatif untuk semester I/2018 menjadi Rp5,18 triliun (+3.9% YoY).

Pendapatan kotor semester satu itu mencapai 60% prediksi setahun penuh 2018, sehingga Mirae melihat pencapaian terseut sesuai dengan perkiraan. "Kami juga mencatat bahwa pencapaian sedikit lebih tinggi dari pada guidance perusahaan pada semester pertama yakni Rp4,98 triliun," jelasnya dalam riset yang diterima Bisnis, Jumat 920/7/2018).

Sebagian besar (c.56%) pendapatan RALS kuartal II/2018 terkonsentrasi pada bulan Juni, dengan total penjualan Rp2,04 triliun. Angka penjualan Juni 7% lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2017 Rp2,19 triliun, meskipun ada pembukaan toko sejak akhir tahun lalu dan realokasi beberapa ruang supermarket untuk fashion.

Namun, Mirae mencatat bahwa penjualan pra-Lebaran telah bergeser ke bulan Mei tahun ini, karena Idulfitri sekitar 10 hari lebih awal dibandingkan 2017. Memang, penjualan Mei melampaui target awal perusahaan sebesar 23%, membantu membawa penjualan di semesteran sesuai dengan harapan.

Di antara semua segmen bisnis RALS, penjualan konsinyasi menunjukkan pertumbuhan semesteran tertinggi  (+13.1% YoY), diikuti oleh department store (+ 10.9% YoY). Sementara itu, penjualan supermarket turun 20% (YoY).

Menurut rilis perusahaan, marjin kotor RALS pada semester I/2018 sebesar 29,5%, meningkat 3,4%p YoY. Hal ini terutama disebabkan kontribusi yang lebih kecil dari bisnis supermarket, yang memiliki margin yang lebih rendah dari pada fashion, serta pertumbuhan yang kuat dari penjualan konsinyasi +13.1% (YoY). RALS memang ingin meningkatkan penjualan konsinyasi fashion, karena memiliki margin lebih tinggi dari pada direct-purchase.

"Kami mempertahankan rekomendasi karena kami menunggu rilis resmi kinerja kuartal II/2018 F/S. Dengan demikian, kami tetap memberikan rekomendasi Trading Buy pada RALS dengan target Rp1.615."

Tag : ramayana
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top