Kinerja Indo Tambangraya Megah (ITMG) Berpotensi Pulih

Pulihnya operasional PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) pada kuartal II/2018 diprediksi mengangkat kinerja keuangan sekaligus harga saham perusahaan.
Hafiyyan | 18 Juli 2018 21:51 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Pulihnya operasional PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) pada kuartal II/2018 diprediksi mengangkat kinerja keuangan sekaligus harga saham perusahaan.

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/7), saham ITMG menguat 500 poin atau 2,11% menjadi Rp24.200. Harga menurun 15,46% dalam 3 bulan terakhir, tetapi masih menguat 16,91% secara year-to-date (ytd).

Kendati tampak mahal di antara saham emiten tambang lainnya, PER ITMG cukup menarik di level 8,55 kali. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp27,34 triliun.

Analis senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan menyampaikan, membaiknya cuaca pada kuartal II/2018 di wilayah Kalimantan membuat produksi batu bara ITMG meningkat 15,9% quarter-on-quarter (qoq) menjadi 5,1 juta ton dari kuartal I/2018 sejumlah 4,4 juta ton.

Penjualan batu bara juga diperkirakan meningkat 13,6% menuju 5 juta ton dari triwulan sebelumnya 4,4 juta ton. Di sisi lain, harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP) diprediksi tumbuh 15% qoq menuju US$84,4 per ton.

“Oleh karena itu, kami mengestimasi laba bersih ITMG naik 15% qoq menuju US$66,7 juta,” paparnya dalam riset, Selasa (17/7/2018).

Mirae memertahankan rekomendasi beli terhadap saham ITMG dengan target Rp44.500 dalam 12 bulan ke depan. Estimasi PER pada 2018 ialah 5,9 kali, dan 2019 sebesar 5,1 kali.

Sampai akhir 2018, perusahaan menargetkan produksi batu bara sejumlah 22,5 juta ton dan penjualan 25 juta ton. Volume itu meningkat tipis dari realisasi 2017 masing-masing sebesar 22,1 juta ton dan 23,1 juta ton.

Melihat proyeksi itu, Andy memprediksi ITMG dapat membukukan pendapatan senilai US$1,93 miliar pada 2018. Adapun, estimasi laba bersih senilai US$461 juta.

Dia menambahkan, faktor risiko ITMG ialah kesulitan memenuhi ketentuan DMO, karena produk perseroan memiliki kalori tinggi. Namun, dengan banyaknya kas internal, perusahaan tidak akan kesulitan mendapatkan wilayah konsesi batu barakalori rendah atau melakukan transfer kuota.

Tim analis JP Morgan dalam laporan berbeda menyebutkan, membaiknya cuaca pada kuartal II/2018 berpotensi meningkatkan produksi dan penjualan batu bara ITMG menjadi 4,5 juta ton. Ke depannya, pada kuartal III dan IV kinerja operasional akan meningkat signifikan.

“Sampai akhir 2018, perusahaan diperkirakan mencapai volume penjualan 22 juta ton. Artinya penjualan pada semester I baru mencakup 40%-nya,” tulis JP Morgan.

Menurut Morgan, kesulitan ITMG saat ini ialah memenuhi kuota DMO 25%, karena rerata produk perseroan memiliki kalori > 5.500 Kcal/lg, sedangkan kebutuhan PLN <5.000 Kcal/kg.

Untuk memenuhi kebijakan itu, diperkirakan pendapatan perseroan pada 2018 terpangkas US$15—US$20 juta, atau 6%-8% dari estimasi total pendapatan.

Morgan memberikan rekomendasi overweight terhadap saham ITMG dengan target Rp30.000 sampai dengan Juni 2019. Angka itu mencerminkan PER 8,1 kali.

Tag : emiten tambang, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top