Ini Dampak Pengoperasian Pabrik CGA terhadap Kinerja Keuangan Antam (ANTM)

Rencana PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengoperasikan kembali pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan dan mengakuisisi 20% saham Showa Denko dapat mendorong pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Hafiyyan | 02 Juli 2018 07:19 WIB
Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Arie P. Ariotedjo (dari kanan), Direktur Hari Widjajanto dan Direktur Johan NB Nababan memberikan penjelasan usai RUPST, di Jakarta, Kamis (12/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat


Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengoperasikan kembali pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan dan mengakuisisi 20% saham Showa Denko dapat mendorong pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.

Analis senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan menyampaikan, pabrik CGA Tayan berhenti beroperasi pada pertengahan 2017 karena persoalan administrasi.

Namun, dengan rencana ANTM menaikkan kepemilikannya dari 80% menjadi 100%, pabrik ini bakal kembali beroperasi. Menurutnya, motif ANTM mengakuisisi 20% saham Showa Denko ialah berakhirnya larangan ekspor bijih mineral di Indonesia pada 2022.

"Adanya relaksasi regulasi membuat perusahaan dapat mengandalkan produk alumina sebagai penyumbang pendapatan jangka panjang," tuturnya dalam riset, dikutip Minggu (1/7/2018).

Komponen pembentuk utama aluminium ialah bauksit. Pada 2017, pemerintah merelaksasi ekspor bijih mineral itu hingga 2022. Jadi, ketika ekspor kembali bauksit disetop, ANTM masih dapat memenuhi permintaan pasar melalui produk hilirnya, yakni CGA.

Secara keseluruhan, Andy menilai kinerja ANTM pada 2018 berpotensi meningkat signifikan seiring dengan mengilapnya harga emas dan nikel. Tahun ini, diperkirakan rerata harga emas berada di level US$1.350 per troy ounce dan nikel US$15.000 per ton.

Proyeksi harga nikel meningkat dari estimasi sebelumnya sebesar US$13.000 per ton. Oleh karena itu, perkiraan pendapatan perusahaan pada 2018 juga dinaikan menjadi Rp25,58 triliun dari proyeksi sebelumnya Rp24,19 triliun.

Estimasi laba bersih pun meningkat menuju Rp1,1 triliun dari proyeksi sebelumnya Rp864 miliar. Mempertimbangkan hal tersebut, Andy menaikan target harga saham ANTM menjadi Rp1.400 dari sebelumnya Rp1.225.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/6/2018), saham ANTM naik 55 poin atau 6,59% menjadi Rp890. Sepanjang tahun berjalan harga menguat 42,40%.

Price to Earning Ratio (PER) mencapai 21,71 kali dengan kapitalisasi pasar Rp21,39 triliun. Menurut Andy, target harga saham Rp.1400 mencerminkan PER 19,8 kali pada 2018.

Tag : antam
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top