Sinarmas Sekuritas: Top Buy Saham BBCA dan ADHI

Sinarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak mixe, dengan rentang pergerakan masih di bawah level 6.000.
Mia Chitra Dinisari | 26 Juni 2018 08:54 WIB
Mahasiswa berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Sinarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak mixe, dengan rentang pergerakan masih di bawah level 6.000.

Tim analis Sinarmas Sekuritas menyebutkan secara teknikal indeks hari Selasa (26/06), IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5809-5899.

Sementara itu, untuk perdagangan hari ini, mereka merekomendasikan Top BUY: BBCA, ADHI BoW: PWON, SSIA.

Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (25/06) seiring meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang. Harga crude oil stabil di level USD 68.30 per barrel. Harga batubara stabil di level USD 114.50 per Mt. Rupiah bergerak melemah terhadap Dollar AS ke level IDR 14.100. 10Yr Government Bonds Yield naik ke level 7.62%.

Dari dalam negeri, defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2018 turun dari US$ 1,63 miliar pada April lalu menjadi US$ 1,52 miliar. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekspor mencapai 10,90% menjadi US$ 16,12 miliar, lebih tinggi dari pertumbuhan impor 9,17% menjadi US$ 17,64 miliar. Kebutuhan manufaktur dan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadhan turut memfaktori peningkatan impor.

Sehubungan dengan emiten, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 4,8% sepanjang Januari hingga 24 Juni 2018. Pertumbuhan penjualan paling tinggi berasal dari segmen fesyen sebesar 12%, sedangkan supermarket turun 20,2%.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top