DOLAR AS: Trump Beri Sinyal KTT Berpeluang Terselenggara, Indeks Tertekan Pagi Ini

Indeks dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Senin (28/5/2018) melemah, di saat pasar mengamati kembali terbukanya pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un dalam KTT 12 Juni di Singapura.
Linda Teti Silitonga | 28 Mei 2018 06:57 WIB
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Senin (28/5/2018) melemah, di saat pasar mengamati kembali terbukanya pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un dalam KTT 12 Juni di Singapura.

Pada perdagangan hari ini, Senin (28/5/2018), indeks dolar AS yang mengkur posisi mata uang Negeri paman Sam terhadap sejumlah mata uang utama lainnya dibuka melemah 0,139 atau 0,15% ke 94,114.

Pada Pk. 06.38 WIB, indeks dolar AS melemah 0,149 atau 0,16% ke level 94,104.

Seperti diketahui, sebelumnya Trump melayangkan surat ke Kim Jong Un yang mengisyaratkan batalnya KTT AS-Korut.

Namun saat ini, kondisnya berbalik lagi. Setelah ciutan Trump kembali mengisyaratkan bahwa kemungkinan KTT bisa digelar sesuai jadwal.

Trump mengatakan pada Minggu (27/5/2018) tim persiapan dari negaranya telah tiba di Korea Utara untuk mempersiapkan KTT Korea Utara – AS, yang sempat dibatalkan Trump pekan lalu sebelum akhirnya dipertimbangkan kembali .

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan para pejabat AS dan Korea Utara telah bertemu di Panmunjom, sebuah desa di Demilitarized Zone (DMZ) di sepanjang perbatasan bersenjata antara Korea Utara dan Korea Selatan.

 "Tim kami telah tiba di Korea Utara untuk persiapan KTT antara Kim Jong Un dan saya sendiri," tulis Trump di Twitter, dalam konfirmasi pertama Washington bahwa para pejabat AS telah memasuki Korea Utara untuk pembicaraan.

"Saya benar-benar percaya Korea Utara memiliki potensi dan akan menjadi negara ekonomi dan keuangan yang besar suatu hari nanti. Kim Jong Un setuju dengan saya tentang ini. Itu akan terjadi!" tambah Trump, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu Ahmad Mikail, ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia dari risetnya yang diterima pagi ini, Senin (28/5/2018) mengemukakan sejumlah sentimen lain masih akan diseksamai pasar uang, yaitu ketidakpastian politik di Eropa terutama di Italia setelah terpilihnya partai populis five star movement dan partai liga.

Selain itu, berita mengenai akan dinaikannya produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi.

 

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top