KINERJA KUARTAL I/2018: Pendapatan Naik, Laba GMFI Tergerus

Kendati membukukan kenaikan pendapatan, laba bersih emiten jasa perawatan maskapai PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. justru mengalami penurunan pada kuartal I/2018.
Dara Aziliya | 16 Mei 2018 08:29 WIB
Pilot dan kru pesawat mengabadikan momen terakhir bersama pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI=Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati membukukan kenaikan pendapatan, laba bersih emiten jasa perawatan maskapai PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. justru mengalami penurunan pada kuartal I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan Selasa (15/5/2018) malam, emiten dengan kode saham GMFI tersebut membukukan pendapatan US$115,93 juta pada kuartal I/2018 atau naik 9,27% dibandingkan capaian perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati membukukan kenaikan pendapatan nyaris double digit, entitas anak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tersebut mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar US$7,35 juta, tergerus cukup dalam yaitu 27,28% secara year-on-year (yoy).

Manajemen GMFI sebelumnya menyampaikan perseroan tengah melakukan telaah terbatas pada laporan keuangan kuartal I/2018 sehubungan dengan rencana perseroan menerbitkan obligasi global dalam waktu dekat. Direktur Keuangan GMFI Insan Nur Cahyo sempat memprediksi perseroan akan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 13% secara yoy pada kuartal I/2018 dengan didukung kenaikan permintaan dari maskapai non afiliasi.

“Kenaikannya [pendapatan kuartal I/2018] cukup baik, di mana permintaan non afiliasi meningkat sampai 59% [yoy]. Strategi kami memang menaikkan customer kami dari internasional. Kenaikan itu berasal dari permintaan di regional,” ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.

Insan menyatakan perseroan ingin meningkatkan permintaan dari luar negeri sebagai bagian dari ekspansi. Apalagi, kondisi bisnis di dalam negeri tengah mengalami tekanan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah upaya maskapai-maskapai domestik melakukan efisiensi.

Dia pun menyebut perseroan sedang melakukan pendekatan bisnis dengan maskapai internasional asal Malaysia yaitu Air Asia. Nantinya, maskapai Air Asia yang beroperasi di luar Indonesia pun diharapkan dapat melakukan aktivitas maintenance di Indonesia.

“Kami mau menaikkan servis Air Asia sehingga [pelayanannya] tidak hanya yang di Indonesia. Pembicaraan dengan mereka cukup intens, kami optimistis karena memiliki competitive advantage. Otoritasnya sudah memberikan approval untuk Air Asia Thailand dan Malaysia kami layani mulai tahun ini,” terang Insan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda maintenance facility

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top