Ekspor Malaysia Diperkirakan Meningkat, Harga Karet Ditutup Anjlok

Harga karet untuk pengiriman Oktober 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 2,18% atau 4,2 poin ke level 188,1 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 15 Mei 2018 13:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berakhir melemah lebih dari 2% hari ini, Selasa (15/5/2018), di tengah kekhawatiran atas prospek cadangan komoditas ini di negara importir.

Harga karet untuk pengiriman Oktober 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 2,18% atau 4,2 poin ke level 188,1 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga komoditas ini juga dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,21% atau 0,4 poin di posisi 191,9, setelah berakhir melemah 0,57% atau 1,1 poin di level 192,30 pada perdagangan Senin (14/5).

Analis dari broker komoditas Fujitomi, Kazuhiko Saito mengatakan melemahnya nilai tukar ringgit memicu spekulasi meningkatnya ekspor dari Malaysia, sehingga diperkirakan akan meningkatkan cadangan karet di Jepang.

Nilai tukar ringgit terpantau melemah 0,06% atau 0,0025 poin ke level 3,953 ringgit per dolar AS pada pukul 13.27 WIB, memperpanjang level terendah sejak Januari 11 setelah ditutup turun 1% ke level 3,9875 pada Senin.

Sementara itu, cadangan karet Jepang terpantau meningkat 1,5% ke level 16.606 ron . Cadangan karet mentah China yang dipantau oleh Shanghai Futures Exchange juga terpantau meningkat 1,3% ke level 457,694 ton pekan lalu. Level ini merupakan yang tertinggi sejak November 2017.

Sejalan dengan harga karet, nilai tukar yen hari ini terpantau menguat 0,27% atau 0,3 poin ke level 109,96 yen per dolar AS pada pukul 13.20 WIB.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

15/5/2018

188,1

-2,18%

14/5/2018

192,30

-0,57%

11/5/2018

193,40

+0,26%

10/5/2018

192,90

+0,63%

9/5/2018

191,70

0%               

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top