Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

STRATEGI RITEL MODERN: Setelah Catat Kinerja Kuartal I, MPPA Sasar Peningkatan Penjualan Saat Ramadan

Emiten peritel, PT Matahari Putra Prima Tbk. membukukan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk kian mengecil.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 05 Mei 2018  |  01:12 WIB
Gerai Hypermart Mall Bali Galeria, Kuta. - .Bisnis/Feri Kristianto
Gerai Hypermart Mall Bali Galeria, Kuta. - .Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten peritel, PT Matahari Putra Prima Tbk. membukukan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk kian mengecil.

Dalam laporan keuangan kuartal I/2018, rugi yang dicetak oleh emiten bersandi saham MPPA ini senilai Rp159,81 miliar. Padahal, pada kuartal I/2017, nilai rugi tahun berjalan yang diatribusikan mencapai Rp176,72 miliar.

Head of Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk. Fernando Repi optimis kinerja pada 2018 akan semakin lebih baik. Dia mengatakan, perseroan juga telah mempersiapkan promo-promo menarik untuk meningkatkan penjualan.

"Kami sudah melakukan survei untuk meningkatkan penjualan dan kami optimis akan lebih baik lagi pada Lebaran," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (4/5/2018).

Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan Matahari Putra Prima Danny Kojongian mengungkapkan perseroan telah memiliki progres yang baik dari hasil langkah-langkah efisiensi yang dicanangkan di 2017.

"Biaya umum dan administrasi turun 28,4% dari tahun lalu, yang berdampak pada kerugian bersih Rp159,8 miliar untuk kuartal I/2018, yang merupakan peningkatan dari kerugian bersih Rp176,7 miliar pada kuartal I/2017 yang lalu," tulis Danny dalam keterangan resmi.

Danny mengungkapkan perseroan tetap optimis bahwa kinerja pada 2018 akan lebih baik. Apalagi menjelang Lebaran serta beberapa event penting di semester kedua, termasuk pelaksanaan pilkada regional secara nasional, Asian Games dan World Cup akan menjadi bagian dari faktor penting yang akan mendorong peningkatan kebutuhan dalam bisnis ritel di Indonesia.

Pada kuartal I/2018, penjualan bersih MPPA mencapai Rp2,91 triliun, turun 6,1% dari posisi Rp3,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, persediaan yang dimiliki oleh MPPA per Maret 2018 senilai Rp1,9 triliun yang terdiri dari barang-barang kebutuhan sehari-hari (groceries) senilai Rp1,2 triliun, peralatan dan tekstil (non-food) senilai Rp505,37 miliar dan produk segar senilai Rp194,38 miliar.

Per Maret 2018, nilai aset yang dimiliki MPPA senilai Rp5,57 triliun, terdiri dari liabilitas senilai Rp4,56 triliun dan ekuitas senilai Rp1,01 triliun. Sementara itu, kas dan setara kas MPPA hanya senilai Rp230,62 miliar.

Dia menambahkan, kinerja pada kuartal I/2018, sejalan dengan transformasi usaha yang dilakukan oleh perseroan. Namun, pada saat yang sama perseroan masih merasakan kondisi pasar yang lemah. MPPA juga akan tetap menjalankan hal-hal yang berpusat kepada konsumen sebagai fokus dalam mengelola bisnisnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hypermart mppa Kinerja Saham
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top