Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Wijaya Karya Beton (WTON) Tumbuh 63,62%

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, beban pokok penjualan dan pendapatan emiten berkode saham WTON itu juga naik 68,26% secara tahunan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 April 2018  |  15:29 WIB
Pendapatan Wijaya Karya Beton (WTON) Tumbuh 63,62%
Dirut PT Wijaya Karya Beton Tbk. Hadian Pramudita (tengah) memberikan paparan didampingi Direktur Independen Sidiq Purnomo (kiri), dan Direktur Kuntjara, saat paparan publik, di Jakarta, Senin (19/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. membukukan pertumbuhan pendapatan 63,62% pada kuartal I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018, yang dipublikasikan Senin (30/4/2018), Wijaya Karya Beton mengantongi pendapatan Rp1,19 triliun. Jumlah tersebut naik 63,62% dari periode sebelumnya Rp729,32 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, beban pokok penjualan dan pendapatan emiten berkode saham WTON itu naik 68,26% secara tahunan. Tercatat, beban pokok penjualan dan pendapatan naik dari Rp627,79 miliar menjadi Rp1,05 triliun.

Kendati demikian, WTON masih membukukan pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 12,98% secara tahunan. Tercatat, laba bersih naik dari Rp51,01 miliar menjadi Rp57,63 miliar.

Di sisi lain, WTON tercatat memiliki total ekuitas Rp2,70 triliun pada kuartal I/2018. Sementara, total liabilitas berada di level Rp4,41 triliun. Sebagai catatan, WTON mengantongi kontrak baru Rp1,53 triliun sampai dengan Maret 2018. Realisasi tersebut mencapai 20,24% dari target perseroan tahun ini Rp7,56 triliun.

Manajemen WTON menjelaskan secara detail kontrak baru terbesar yang diperoleh berasal dari dari pembangunan Dermaga di Marunda, Jakarta Utara, senilai Rp139,56 miliar. Selanjutnya, emiten berkode saham WTON itu juga mendapat kontrak dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTU) Tambak Lorok Lorok, Semarang, senilai Rp88,75 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten wika beton
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top