Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Wijaya Karya Beton (WTON) Tumbuh 63,62%

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, beban pokok penjualan dan pendapatan emiten berkode saham WTON itu juga naik 68,26% secara tahunan.
Dirut PT Wijaya Karya Beton Tbk. Hadian Pramudita (tengah) memberikan paparan didampingi Direktur Independen Sidiq Purnomo (kiri), dan Direktur Kuntjara, saat paparan publik, di Jakarta, Senin (19/3/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Dirut PT Wijaya Karya Beton Tbk. Hadian Pramudita (tengah) memberikan paparan didampingi Direktur Independen Sidiq Purnomo (kiri), dan Direktur Kuntjara, saat paparan publik, di Jakarta, Senin (19/3/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. membukukan pertumbuhan pendapatan 63,62% pada kuartal I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018, yang dipublikasikan Senin (30/4/2018), Wijaya Karya Beton mengantongi pendapatan Rp1,19 triliun. Jumlah tersebut naik 63,62% dari periode sebelumnya Rp729,32 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, beban pokok penjualan dan pendapatan emiten berkode saham WTON itu naik 68,26% secara tahunan. Tercatat, beban pokok penjualan dan pendapatan naik dari Rp627,79 miliar menjadi Rp1,05 triliun.

Kendati demikian, WTON masih membukukan pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 12,98% secara tahunan. Tercatat, laba bersih naik dari Rp51,01 miliar menjadi Rp57,63 miliar.

Di sisi lain, WTON tercatat memiliki total ekuitas Rp2,70 triliun pada kuartal I/2018. Sementara, total liabilitas berada di level Rp4,41 triliun. Sebagai catatan, WTON mengantongi kontrak baru Rp1,53 triliun sampai dengan Maret 2018. Realisasi tersebut mencapai 20,24% dari target perseroan tahun ini Rp7,56 triliun.

Manajemen WTON menjelaskan secara detail kontrak baru terbesar yang diperoleh berasal dari dari pembangunan Dermaga di Marunda, Jakarta Utara, senilai Rp139,56 miliar. Selanjutnya, emiten berkode saham WTON itu juga mendapat kontrak dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTU) Tambak Lorok Lorok, Semarang, senilai Rp88,75 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper