KINERJA KUARTAL I/2018: Astra International (ASII) Bukukan Penurunan Laba 2%

Konglomarasi sektor otomotif, PT Astra International Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp4,98 triliun selama kuartal pertama tahun ini. Capaian tersebut melemah 2% dari capaian perseroan selama kuartal pertama tahun lalu (yoy) yang sebesar Rp5,08 triliun.
Dara Aziliya | 24 April 2018 17:05 WIB
Gedung Astra International. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Konglomarasi sektor otomotif,  PT Astra International Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp4,98 triliun selama kuartal pertama tahun ini. Capaian tersebut melemah 2% dari capaian perseroan selama kuartal pertama tahun lalu (yoy) yang sebesar Rp5,08 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasian perseroan, emiten dengan kode saham ASII tersebut membukuan kenaikan pendapatan sebesar 14% (yoy) dari sebelumnya Rp48,78 triliun, menjadi Rp55,82 triliun pada kuartal I/2018.

Capaian laba bersih Astra International tersebut sesuai dengan konsensus para analis. Berdasarkan kompilasi data Bloomberg, kalangan analis memprediksi ASII mengantongi laba sebesar Rp4,986 triliun.

Adapun, pendapatan ASII setara dengan 104,88% dari estimasi dari konsensus analis yang sebesar Rp53,22 triliun.

Presiden Direktur Grup Astra, Prijono Sugiarto mengungkapkan pada kuartal pertama 2018, pangsa pasar mobil dan motor perseroan menurun. Selain itu, laba bersih lini agribisnis perseroan menurun akibat pelemahan harga.

“Grup Astra memperkirakan akan terus mendapat keuntungan dari harga batu bara yang stabil, sementara persaingan di pasar mobil diperkirakan semakin meningkat,” ungkap Prijono, menyertai laporan keuangan.

Dari laporan keuangan perseroan, kinerja kuartal I/2018 Astra terdorong oleh kontribusi beberapa lini bisnis yaitu segmen alat berat, dan pertambangan, konstruksi, dan energi. Kendati demikian, peningkatan kontribusi dari segmen-segmen tersebut tidak dapat mengompensasi penurunan pada segmen otomotif dan agribisnis.

Adapun, nilai utang bersih perseroan per 31 Maret 2018 adalah sebesar Rp2,4 triliun turun dari pembukuan nilai kas bersih per 31 Desember 2017 yang sebesar Rp2,7 triliun. Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh investasi Grup pada jalan tol, Go-Jek, dan belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.

Secara rinci, perseroan membukukan kenaikan laba bersih 68% dari kelompok segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi, dan kenaikan sebesar 4% dari segmen teknologi informasi. Kenaikan laba bersih segmen alat berat disumbang oleh laba bersih PT United Tractors Tbk. yang pada kuartal I/2018 naik 69% menjadi Rp2,5 triliun.

Selain kedua segmen tersebut yaitu lini otomotif, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, dan properti membukukan penurunan laba bersih. Penurunan terbesar dipimpin oleh lini infrastruktur dan logistik yang jeblok 134% selama kuartal I/2018 (yoy), menjadi rugi Rp23 milar dari laba  Rp67 miliar pada kuartal I/2017.

Head of Investor Astra International, Tira Ardianti pekan lalu mengungkapkan pemulihan harga komoditas yang telah berlangsung sejak tahun lalu diyakini akan menjadi katalis positif bagi ASII pada 2018. Perseroan akan memaksimalkan pendapatan pada entitas anak yang aktivitas usahanya terhubung langsung dengan harga komoditas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra international

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top