Empat Faktor Ini Pengaruhi Penguatan Harga Karet

Harga karet untuk pengiriman September 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 1,17% atau 2,1 poin ke level 182,3 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 April 2018 14:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (18/4/20174), setelah rebound pada perdagangan sebelumnya.

Harga karet untuk pengiriman September 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 1,17% atau 2,1 poin ke level 182,3 yen per kilogram (kg).

Pagi tadi harga karet dibuka stagnan pada posisi 180,20, setelah pada perdagangan kemarin, Selasa (17/3), karet ditutup rebound 0,56% atau 1 poin di posisi 180,2 yen per kg.

Kazuhiko Saito, analis broker komoditas Fujitomi di Tokyo mengatakan sejumlah faktor menjadi sentimen pendorong harga komoditas karet hari ini, di antaranya reli indeks Nikkei, pelemahan yen, serta penguatan harga minyak mentah.

“Data ekonomi  China yang sehat juga turut mendorong penguatan harga karet,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 1,42% atau 310,61 poin ke level 22.158,20. Sementara itu, nilai tukar yen Jepang melemah 0,29% aatau 0,31 poin ke level 107,31 yen per dolar AS.

Sementara itu, Laporan Biro Statistik Nasional China (NBS) pada Selasa (17/4/2018) mengungkapkan, produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 6,8% pada kuartal I/2018 dari tahun sebelumnya.

Capaian ini sama dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya serta sejalan dengan proyeksi dalam survei Bloomberg.

Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

18/4/2018

182,3

+1,17%

17/4/2018

180,2

+0,56%

16/4/2018

179,2

-3,03%

13/4/2018

184,80

+0,98%

12/4/2018

183,00                             

+0,60%

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup