REKOMENDASI SAHAM: Saham ADHI Bakal Berlari Kencang?

Proyek kereta api ringan atau light rail transit Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi yang tengah dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. diyakini berkontribusi besar terhadap pendapatan dan harga saham perseroan dalam jangka panjang.
M. Nurhadi Pratomo | 18 April 2018 06:24 WIB


Bisnis.com, JAKARTA - Proyek kereta api ringan atau light rail transit Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi yang tengah dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. diyakini berkontribusi besar terhadap pendapatan dan harga saham perseroan dalam jangka panjang.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham emiten berkode ADHI itu bergerak positif sepanjang periode berjalan 2018. Tercatat, harga saham tumbuh 11,41%. Harga saham ADHI ditutup menguat 0,96% ke level Rp2.100 pada penutupan perdagangan, Selasa (17/4).

Akhir pekan lalu, ADHI memastikan akan kembali menebar dividen dari keuntungan periode 2017. Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) telah memutuskan pembagian dividen 20% dari laba bersih 2017 atau sekitar Rp103,02 miliar.

Manajemen perseroan menyebut turunnnya rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sejalan dengan rencana investasi perseroan. Sisa keuntungan tahun lalu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis jalan tol hingga air bersih.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, saham ADHI menjadi salah satu top picks untuk emiten BUMN. Hal tersebut sejalan dengan potensi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dari proyek light rail transit (LRT) Jabodebek.

Nafan mengatakan, manajemen memasang target progres pembangunan LRT Jabodebek mencapai 80% pada tahun ini. Dari situ, perseroan akan mengembangkan bisnis transit oriented development (TOD) di sekitar area proyek.

Dia meyakini bisnis TOD akan menggenjot pertumbuhan kinerja keuangan ADHI dalam jangka panjang. Dengan demikian, pihaknya merekomendasikan beli dengan target harga jangka panjang di level Rp2.900 per saham.

Sementara itu, dalam riset yang dipublikasikan Bloomberg, analis PT Indo Premier Sekuritas Joey Faustian menjelaskan bahwa laba bersih yang dikantongi ADHI pada tahun lalu sejalan dengan perkiraan pasar. Salah satu proyek yang berkontribusi terbesar untuk perseroan yakni LRT Jabodebek sebesar 60%.

Joey memproyeksikan pertumbuhan kinerja ADHI pada 2018 akan terdongrak kepastian pembayaran proyek LRT. Apalagi, perseroan telah menerima pembayaran tahap pertama dan segera mengantongi tahap kedua.

Selanjutnya, dia memperkirakan pengembangan bisnis TOD akan berkontribusi besar terhadap pendapatan perseroan dalam 3 tahun sampai 5 tahun ke depan. Oleh karena itu, pihaknya merevisi naik target harga saham ADHI dengan potensi kenaikan 22,2%.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga saham yang lebih tinggi dari Rp2.500 menjadi Rp2.700,” ujarnya melalui riset yang dikutip, Selasa (17/4/2018).

Sebagai catatan, ADHI menyebut pembayaran tahap kedua LRT Jabodebek akan diterima dalam waktu dekat. Diperkirakan, perseroan akan mengantongi dana segar Rp1,5 triliun. 

 

Tag : adhi karya
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top