PP Presisi (PPRE) Bagi Dividen Rp56,4 Miliar

PT PP Presisi Tbk. membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52 per saham dengan nilai total mencapai Rp56,4 miliar.
Tegar Arief | 05 April 2018 13:39 WIB
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan (kanan) berpose dengan Direktur Keuangan Benny Pidakso, sebelum konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52 per saham dengan nilai total mencapai Rp56,4 miliar.

Angka tersebut setara dengan 30% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik rntitas induk pada 2017 yang mencapai Rp188,3 miliar.

Keputusan ini diambil setelah emiten berkode PPRE tersebut menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan.

Adapun, total laba bersih tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 adalah Rp244,6 miliar meningkat 498% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp41,4 miliar. EBITDA juga naik 323% dari Rp138,1 miliar pada 2016 menjadi Rp584,0 miliar pada tahun lalu.

Peningkatan signifikan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan konsolidasian PPRE sebesar 389% dari Rp371,2 miliar pada 2016 menjadi Rp1,8 triliun pada tahun lalu.

"Peningkatan kinerja perseroan secara signifikan mencerminkan secara langsung kuatnya positioning PPRE sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi terkemuka di Indonesia sehingga mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek insfrastruktur strategis berskala nasional," kata Iswanto Amperawan, Direktur Utama PP Presisi usai RUPS di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Peningkatan kinerja operasional dan keuangan secara signifikan diyakinu akan mendukung peningkatan engineering capacity dan balance sheet capacity sebagai landasan kuat untuk melakukan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi mengatakan, hal ini juga yang mendasari perseroan untuk menargetkan pendapatan 2018 hingga Rp4,9 triliun, meningkat 172% dari tahun lalu yang senilai Rp1,8 triliun.

"Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 2018 hingga Rp434,0 miliar meningkat 130% dari tahun lalu yakni Rp188,3 miliar," ujarnya.

Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPS PPRE juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain senilai Rp9,5 miliar atau lebih kurang 5% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk dialokasikan sebagai cadangan wajib.

Dana senilai Rp122,4 miliar atau 65% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibukukan sebagai saldo laba ditahan.

Tag : PP Presisi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top