Perdagangan Bijih Besi Berjangka Berlanjut Tertekan

Bijih besi masih mengalami tekanan di tengah melemahnya marjin pabrik dan melambatnya permintaan. Sebagian analis menilai pelemahan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.
Eva Rianti | 27 Maret 2018 19:45 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Bijih besi masih mengalami tekanan di tengah melemahnya margin pabrik dan melambatnya permintaan. Sebagian analis menilai pelemahan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.

Perusahaan jasa keuangan multinasional Barclays Plc melihat pelemahan yang berlanjut pada harga bijih besi, bahkan harga bahan baku baja tersebut diperkirakan bisa mencapai level US$50 per ton.

“Kuartal II/2018 mungkin akan menjadi titik nadir,” kata Analis Barclays Plc. Dane Davis.

Ekspekstasi Davis didasarkan pada perhitungan Januari yang menunjukkan harga yang lebih rendah akibat profitabilitas pabrik yang menurun.

Senada, CRU Group menyoroti risiko melemahnya marjin pabrik di samping melambatnya permintaan disinyalir akan menekan harga bijih besi lebih lanjut.

“Margin yang melemah dapat memicu pergeseran pada bahan baku berkualitas rendah,” kata konsultan senior CRU Erik Hedborg.

Bijih besi telah mengalami tekanan pada bulan ini dengan futures di China yang tenggelam ke pasar bearish di tengah kekhawatiran melebarnya persediaan dan tanda-tanda permintaan baja yang lebih lemah dari perkiraan serta adanya lonjakan ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington.

Berdasarkan data steelhome, stok baja yang menggunakan bijih besi sebagai bahan baku yang digunakan untuk konstruksi telah melebar ke level tertinggi sejak 2013.

Adapun, menurut Maike Futures Brokerage Co dalam sebuah catatan, stok di pelabuhan tetap pada tingkat tinggi, sementara permintaan dari China mengerucut di tengah pembatasan produksi.

“Ketika marjin pabrik menurun di samping stok naik, kami memperkirakan lebih banyak pembelian material bermutu rendah, terutama dari pelabuhan,” kata Hedborg.

“Hal itu menyebabkan harga lebih rendah pada kuartal II/2018 dan untuk sisa tahun ini. Pandangan kami saat ini, harga rata—rata bijih besi kemungkinan di US$63 per ton untuk tahun ini,” lanjutnya.

Tag : bijih besi
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top