Sumber Alfaria (AMRT) Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun

Emiten peritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. siap menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap II pada 2018 senilai Rp1 triliun.
Novita Sari Simamora | 27 Maret 2018 07:03 WIB
Gerai Alfamart - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten peritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. siap menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap II pada 2018 senilai Rp1 triliun.

Dalam keterbukaan informasi, Senin (26/3/2018), dana obligasi yang diperoleh sebanyak 60% akan digunakan untuk pelunasan obligasi berkelanjutan I tahap II 2016 senilai Rp600 miliar. Lalu sisanya, akan digunakan untuk membayar utang kepada PT Bank Central Asia Tbk..

Emisi obligasi ini akan jatuh tempo pada 12 April 2021. Emisi obligasi meraih peringkat PT Fitch Ratings Indonesia dengan peringkat AA- (double A minus). Peritel yang dikenal dengan brand Alfamart tersebut memberikan bunga obligasi sebesar 7,5% per tahun.

Target dana dari penerbitan obligasi berkelanjutan emiten bersandi saham AMRT ini senilai Rp3 triliun. Pada tahun lalu, AMRT telah menerbitkan emisi tersebut senilai Rp1 triliun, sisa emisi yang belum diterbitkan setelah dikurangi rencana penerbitan ini menjadi Rp1 triliun.

Emiten peritel ini pun menunjuk PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pada akhir tahun lalu, Sumber Alfaria Trijaya mencatatkan pertumbuhan pendapatan 9,5% sepanjang 2017 menjadi Rp61,46 triliun.

Sementara itu, beban pokok pendapatan pada sepanjang 2017 mencapai Rp49,46 triliun, tumbuh 9,35% year on year dari posisi Rp45,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba kotor Sumber Alfaria Trijaya mencapai Rp12 triliun, tumbuh 10,39% yoy.

Sementara itu, beban penjualan dan administrasi emiten bersandi saham AMRT per 2017 senilai Rp10,34 triliun, naik 15,7% secara tahunan dan beban umum dan administrasi naik 6,1% menjadi Rp1,2 triliun per akhir 2017.

Selain itu, beban keuangan AMRT pun naik hingga 23% menjadi Rp646,93 miliar per akhir 2017, dari posisi Rp525,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan biaya dan beban tersebut membuat laba AMRT tertekan.

Dalam laporan keuangan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AMRT senilai Rp300,27 miliar, turun 50% dari posisi Rp601,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, AMRT mengalokasikan belanja modal senilai Rp2,3 triliun untuk menambah sebanyak 800 gerai baru Alfamart pada tahun ini. Pada tahun 2017, AMRT telah membuka 1.111 gerai baru. Sepanjang 2017, AMRT membuka 941 gerai langsung oleh Alfamart dan sebanyak 170 gerai baru menggunakan skema waralaba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alfamart

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top