Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pangsa Pasar HMSP Diyakini Membaik

Kendati pangsa pasar PT HM Sampoerna Tbk. terus mengalami penurunan, Mirae Asset Securities masih mempertahankan rekomendasinya pada emiten rokok tersebut dengan target harga saham (target price) mencapai Rp4.420.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  15:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati pangsa pasar PT HM Sampoerna Tbk. terus mengalami penurunan, Mirae Asset Securities masih mempertahankan rekomendasinya pada emiten rokok tersebut dengan target harga saham (target price) mencapai Rp4.420.

Sepanjang tahun berjalan, harga saham produsen rokok grup Philip Morris tersebut mengalami koreksi yang cukup besar yaitu 14,59%. Pada pukul 14.15 WIB perdagangan hari ini (23/2), saham Sampoerna tercatat mengalami koreksi 3,81% atau 160 poin menjadi Rp4.040.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengungkapkan kendati dalam empat tahun terakhir pangsa pasar HMSP terus mengalami penurunan, namun tahun ini, laju penurunan tersebut diyakini akan mengalami perlambatan.

“Pada 2017, HMSP mengalami penurunan penjualan sebesar 4%. Tahun ini, volume penjualan akan melambat pada laju 1,5%. Topline perusahaan akan ditopang oleh belanja dari Pilkada. Selain itu, pasar akan bereaksi positif terhadap produk baru HMSP yang diluncurkan Desember 2017,” ungkap Christine dalam riset, Jumat (23/2).

Harga produk baru tersebut yanh lebih tinggi 5% dari produk HMSP sebelymnya, akan membantu menjaga margin penjualan perusahaan stabil. Selain itu, peraturan baru yang menetapkan diskon harga per bungkus maksimum sebesar 15% dari harga eceran minimum yang ditetapkan oleh pemerintah diyakini membantu meminimalkan penurunan margin.

Christine mencatat beberapa produk Sampoerna mengalami kenaikan pangsa pasar pada kuartal terakhir tahun lalu. Misalnya merek Dji Sam Se yang naik 2,3% (yoy), dan Sampoerna A Mild yang terpantau naik 1,1% (yoy).

Adapun, data yang dikumpulkan oleh PT Bahana Sekuritas menunjukkan, volume penjualan rokok secara industri turun sebesar 7% yoy menjadi 23,1 miliar batang pada Januari 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama Januari 2018, volume penjualan PT Gudang Garam Tbk., (GGRM) merosot 4,8% yoy dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., (HMSP) terkoreksi 3,7% yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hmsp
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top