Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSPANSI USAHA : Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Putuskan Pembangunan CAP II Pada 2020

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. masih melakukan serangkaian studi untuk menjadi rujukan keputusan apakah akan membangun kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical (CAP)II pada 2020 mendatang.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 16 Maret 2018  |  01:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. masih melakukan serangkaian studi untuk menjadi rujukan keputusan apakah akan membangun kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical (CAP)II pada 2020 mendatang.

Perusahaan berencana membangun CAP II yang diprediksi membutuhkan investasi hingga US$5 miliar untuk lahan, infrastruktur, dan fisik. Perseroan mempertimbangkan pembangunan kompleks tersebut untuk menangkap kenaikan permintaan produk petrokimia yang tumbuh 5% setiap tahunnya.

Ada 2017 lalu, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$221 juta, di mana sebesar US$77 juta di antaranya digunakan untuk melakukan melakukan studi pembangunan CAP II sekaligus menyicil pembelian lahan.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$568 juta, yang sebesar US$207 jutanya akan digunakan untuk membiyai persiapan pembangunan CAP II. Studi memakan waktu cukup lama, sehingga perusahaan menargetkan keputusan pembangunan CAP II dapat diambil pada kuartal I/2018.

Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Suryandi mengungkapkan pembangunan CAP II akan disinergikan dengan pabrik yang ada saat ini, sehingga perseroan dapat menangkap nilai tambah dari pengembangan bisnis tersebut.

“Kami memang masih sedang mempelajari pembangunan CAP II ini, diharapkan pada 2020 awal, perusahaan sudah bisa memutuskan final investment-nya untuk bisa memulai. Pembangunannya akan memakan waktu tsekitar tiga tahun,” ungkap Suryandi di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Suryandi mengungkapkan produksi Chandra Asri saat ini, baik produk polipropilena maupun polietilena, hanya mampu menyumbang 30% dari kebutuhan pasar domestik, sedangkan 50%-nya masih diimpor. Jika tidak meningkatkan kapasitas, perseroan berpotensi kehilangan pangsa pasar.

Terkait investasi sebesar US$5 miliar untuk pembangunan CAP II tersebut, perseroan belum mendetilkan rincian sumber dana. Kendati demikian, diskusi tidak resmi sudah dilakukan dengan dua pemegang saham mayoritas Chandra Asri yaitu PT Barito pacific Tbk. dan SCG Chemicals Company Limited.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chandra asri petrochemical
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top