Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penipuan Transaksi Bitcoin di AS Bisa Masuk Meja Hijau

Hakim Amerika Serikat memutuskan mata uang virtual seperti bitcoin sebagai komoditas sehingga tindak penipuan dan kecurangan pada pasar tersebut bisa diadili.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  11:04 WIB
Penipuan Transaksi Bitcoin di AS Bisa Masuk Meja Hijau
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hakim Amerika Serikat memutuskan mata uang virtual seperti bitcoin sebagai komoditas sehingga tindak penipuan dan kecurangan pada pasar tersebut bisa diadili.

Peraturan itu masih menjadi tahap awal menyusul adanya perundang-undangan yang mengatasinya secara langsung.

Sebelumnya, pada September 2015, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) telah menetapkan uang virtual sebagai komoditas. Lewat keputusannya, CFTC memberikan kewenangan kepada regulator untuk mengawasi perdagangan mata uang virtual atau cryptocurrency berjangka tersebut.

Setiap transaksi bitcoin harus tunduk pada peraturan yang berlaku sehingga ketika ada pelanggaran seperti manipulasi berjangka, CFTC memiliki wewenang untuk menyeret pelaku ke meja hijau untuk diadili oleh hakim.

Dewan Pengadilan yang dipimpin oleh Hakim Jack Weinstein dari Pengadilan Federal Brooklyn memutuskan pada Selasa (6/3) bahwa CFTC telah mengajukan tuntutan penipuan kepada penduduk New York Patrick McDonnell dan perusahaannya Coin Drop Markets, yang memungkinkan kasus tersebut diajukan.

Weinstein juga memasukkan perintah sementara yang melarang McDonnell dan Coin Drop Markets untuk melakukan transaksi komoditas. McDonnell, yang mewakili dirinya sendiri, menolak memberikan komentar atas keputusan tersebut, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/3/2018).

Weinstein menguatkan tekad tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu didukung oleh makna dari kata komoditi dan bahwa CFTC memiliki keleluasaan yang luas untuk menafsirkan undang-undang federal yang mengatur komoditas.

Dalam gugatannya, diumumkan pada bulan Januari, CFTC mengatakan bahwa sejak sekitar bulan Januari 2017, McDonnell dan perusahaannya menipu pelanggan perdagangan mata uang virtual.

Agensi tersebut mengatakan, pelanggan tidak pernah menerima saran yang harus mereka bayar, dan Coin Drop Markets tidak pernah terdaftar di CFTC. Dikatakan bahwa McDonnell menurunkan situs web perusahaan dan berhenti merespons pelanggan.

Namun, peraturan mata uang virtual masih dalam tahap awal. Regulator belum mengeluarkan undang-undang yang mengatasinya secara langsung.

Baik Komisi CFTC maupun Komisi Sekuritas dan Bursa AS telah memperingatkan perlunya memerangi kecurangan di pasar mata uang virtual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin

Sumber : Reuters

Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top