Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA 2017: Arwana Citramulia (ARNA) Cetak Kenaikan Laba 33,5%

Emiten produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,73 triliun sepanjang 2017 lalu, meningkat 14,5% dibandingkan dengan capaian 2016 yang senilai Rp1,51 triliun.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 06 Maret 2018  |  16:15 WIB
KINERJA 2017: Arwana Citramulia (ARNA) Cetak Kenaikan Laba 33,5%
CEO PT Arwana Citramulia Tbk Tandean Rustandy (tengah) beserta jajaran direksi menyayikan bersama lagu Rumah Kita gubahan God Bless dalam perayaan ulang tahun ke-25 PT Arwana Citramulia Tbk di Jakarta, Kamis (22/2/2018) malam. - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,73 triliun sepanjang 2017 lalu, meningkat 14,5% dibandingkan dengan capaian 2016 yang senilai Rp1,51 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan pada harian Bisnis Indonesia, Arwana Citramulia mengungkapkan beban pokok penjualan juga meningkat cukup signifikan, mencapai Rp1,33 triliun atau naik 12,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai Rp1,18 triliun.

Kendati demikian, perusahaan membukukan kenaikan menggembirakan pada laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yaitu mencapai Rp120,83 miliar pada 2017, atau lompat sekitar 33,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp90,48 miliar.

Head of Investor Relations PT Arwana Citramulia Tbk. Max Tan menyampaikan sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan perolehan laba bersih mencapai Rp150 miliar, atau meningkat sekitar 25% dibandingkan dengan capaian 2017.

“Kami memiliki beberapa strategi tahun ini, misalnya efisiensi produksi. Kami mengimplementasikan preventive maintenance dan meningkatkan efisiensi di pabrik dan pada formula,” ungkap Max di Jakarta, belum lama ini.

Max mengungkapkan upaya perusahaan untuk lebih efisien namun tetap mengedepankan kualitas tercermin pada tingkat penolakan perusahaan yang saat ini berada pads level 1,5%, turun jauh dari beberapa tahun lalu yang mencapai 6%.

Selain itu, perseroan juga mengimplementasikan product mixed untuk dapat memperoleh margin lebih tinggi. Saat ini, produk premium perseroan berkontribusi sebesar 40% dari produksi pabrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arwana citramulia
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top