Divestasi Saham, Garuda Maintenance Facility (GMFI) Tuntaskan Negosiasi pada Kuartal II/2018

Emiten layanan perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. menargetkan dapat menyelesaikan negosiasi dan due dilligence dengan investor strategis pada awal kuartal kedua tahun ini.
Dara Aziliya | 28 Februari 2018 21:46 WIB
Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto (tengah), memberikan paparan didampingi Komisaris Utama Helmi Imam Satriyono (kanan), dan Direktur Tazar Marta Kurniawan, saat paparan publik di Jakarta, Senin (11/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten layanan perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. menargetkan dapat menyelesaikan negosiasi dan due dilligence dengan investor strategis pada awal kuartal kedua tahun ini.

Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. itu memastikan akan menggandeng satu investor strategis, dan investor tersebut akan berbentuk konsorsium yang di dalamnya terdapat perusahaan finansial dan industrial player.

Emiten dengan kode saham GMFI tersebut menyebut ada salah satu perusahaan finansial dalam negeri yang juga ikut serta dalam penawaran GMFI sebagai investor strategis. Kendati demikian, perseroan tidak memastikan apakah perusahaan finansial dalam negeri tersebut sama dengan yang menjadi bagian dari konsorsium sebagai investor strategis.

Direktur Utama Garuda Maintenance Facility Aero Asia Iwan Joeniarto mengungkapkan pada bulan depan, perseroan masih akan menempuh negosiasi dengan investor strategis tersebut. Dalam negosiasi, akan ada kesepakatan untuk menentukan nilai saham sekaligus nilai kerja sama GMFI dengan konsorsium.

“Investasi perusahaan dengan strategic partner tersebut akan membantu kami mengembangkan lini komponen, engineering, dan kompetensi. Nilai per lembarnya masih tergantung deal. Yang jelas kami tetap melindungi saham yang dimiliki publik dan akan ada saham yang diserap investor strategis untuk menyuntikkan dana pada GMFI,” ungkap Iwan di Jakarta, Rabu (28/2).

Iwan menyampaikan alam perhitungan valuasi, financial advisor perseroan yaitu BNP Paribas tidak hanya memperhitungkan kondisi perusahaan saat ini, tetapi hingga 5 tahun ke depan. Selain itu, kerja sama dengan investor strategis akan membuka pasar baru bagi perusahaan.

Adapun, konsorsium strategic investor tersebut juga akan berkontribusi pada belanja modal perusahaan tahun ini.

“Tahun ini kebutuhan kita adalah US$100 Juta dan nanti strategic investor juga akan masuk ke situ. Nanti akan kita bagi porsinya. Sisa kekurangannya akan kita dapatkan dari kredit investasi,” ungkap Iwan.

Adapun, untuk bekerja sama dengan konsorsium, perusahaan akan menerbitkan saham baru sebesar 10%, namun pelaksanaan PMTHMETD tersebut akan dikurangi jumlah penambahan modal dari management stock option program (MSOP) sebesar 1,72% sehingga konsorsium hanya menyerap 8,28%

Kendati demikian, konsorsium juga akan menyerap 10% saham GMFI yang dipegang induk usaha yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan sebelumnya, GMFI menargetkan harga per lembar saham tidak kurang dari harga IPO.

Secara rinci, manajemen menungkapkan 60% dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk mendanai investasi untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pada lini MRO, sedangkan sisanya akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja.

Tag : garuda maintenance facility
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top