Valbury Sekuritas: Pekan Ini, IHSG Terdorong Rilis Laporan Keuangan Emiten Big Caps

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini akan terdorong oleh positifnya laporan keuangan saham-saham yang masuk ke dalam kategori big caps.
Tegar Arief | 26 Februari 2018 10:25 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini akan terdorong oleh positifnya laporan keuangan saham-saham yang masuk ke dalam kategori big caps.

"Sentimen positif dari domestik terbilang terbatas, pasar diprediksi cenderung bergerak sideways. Namun sentimen laporan keuangan big caps dapat mendorong pergerakkan IHSG minggu ini," tulus PT Valbury Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Senin (26/2/2018).

Dalam risetnya, Valbury menyoroti sejumlah faktor domestik yang berpengaruh. Di antaranya Kemenko Perekonomian memproyeksikan inflasi pada Februari lebih rendah daripada bulan Januari yakni 0,62% MoM akibat harga beras yang cenderung telah turun akibat kebijakan impor beras pemerintah.

Sentimen lain adalah Kementerian Keuangan berencana untuk menjalankan strategi front-loading dalam penerbitan surat utang tahun ini. Rencananya, sekitar 60% dari keseluruhan rencana penerbitan surat utang akan dilakukukan semester I tahun ini.

Indonesia berencana menggugat penerapan pajak impor biodiesel ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ini juga diyakini akan mempengaruhi kinerja IHSG. Sebelumnya, pemerintah AS mengenakan pajak impor biodiesel Indonesia dari 92,52% menjadi 276,65% akibat adanya tuduhan dumping dan subsidi.

Presiden Joko Widodo menyerukan pemerintah daerah untuk menyederhanakan proses perizinan yang menghambat kegiatan investasi. Untuk merealisasikan hal ini, pemerintah akan mengintegrasikan pola distribusi antar daerah agar mendorong efisiensi.

"Sentimen pasar dari luar negeri adalah AS mengancam untuk segera menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara untuk menekan program nuklir negara tersebut. Sanksi ini disebut sebagai sanksi terbesar," ujarnya.

Tag : IHSG
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top