Hartadinata (HRTA) 'Buka-bukaan' di Bisnis Indonesia

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto mengatakan pemberitaan dari Bisnis Indonesia sangat mendukung kinerja dan brand Hartadinata di Indonesia. Peritel perhiasan emas ini telah berdiri sejak 1997.
Novita Sari Simamora | 21 Februari 2018 15:56 WIB
Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto memaparkan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (21/2 - 2018)

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten produksi dan perdagangan perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. melakukan kunjungan ke Harian Bisnis Indonesia untuk memperkuat silaturahmi.

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto mengatakan pemberitaan dari Bisnis Indonesia sangat mendukung kinerja dan brand Hartadinata di Indonesia. Peritel perhiasan emas ini telah berdiri sejak 1997.

"Di industri ini, kami adalah perusahaan perhiasan yang pertama melantai di pasar modal," ungkapnya di Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (21/2/2018).

Sandra mengatakan sebagai perusahaan publik perseroan akan tetap mengutamakan prinsip transparansi. Sandra mengibaratkan Hartadinata ibarat Kabayan, sebab perusahaan asal Bandung ingin memiliki banyak cabang yang tersebar di Indonesia.

Tahun ini, emiten bersandi saham HRTA bakal menambah 200 gerai perhiasan emas dalam kurun waktu dua tahun. Saat silaturahmi, Sandra juga didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi M. Ath Thoriq. Tahun ini, Hartadinata Abadi memproyeksikan pertumbuhan penjualan emas bisa mencapai 20% atau sekitar Rp3 triliun hingga akhir 2018.

Kunjungan manajemen Hartadinata disambut oleh Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko mengatakan, di tengah penurunan bisnis media, sirkulasi Bisnis Indonesia berhasil tumbuh 2%.

Untuk terus bertahan dan bertumbuh, kata Chamdan, trik lain yang dilakukan oleh Bisnis Indonesia dengan memperkokoh bisnis digital. Saat menyambut Sandra, Chamdan juga didampingi oleh, Deputi Direktur Pemasaran dan Sirkulasi Bisnis Indonesia Asep Mh Mulyana.

Tag : Hartadinata Abadi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top