Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Teknologi Kendaraan Listrik Siap Masuk, Ini Respons Emiten!

Emiten komponen otomotif mulai mempersiapkan diri dan menata ulang produksi, merespons bakal masuknya teknologi kendaraan listrik (electric vehicle) ke Tanah Air. Respons perusahaan sektor ini cukup bervariasi.
Direktur PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi./JIBI-Abdullah Azzam
Direktur PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten komponen otomotif mulai mempersiapkan diri dan menata ulang produksi, merespons bakal masuknya teknologi kendaraan listrik (electric vehicle) ke Tanah Air. Respons perusahaan sektor ini cukup bervariasi.

Manajemen produsen filter dan radiator PT Selamat Sempurna Tbk. belum tertarik untuk menggarap pasar motor dan mobil listrik yang diprediksi akan tumbuh masif dalam beberapa tahun ke depan. Perseroan justru ingin memperkecil kontribusi sektor otomotif.

Direktur Keuangan PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi menyampaikan sejauh ini perusahaan belum memutuskan untuk menggarap produk-produk yang digunakan oleh kendaraan elektronik.

“Kami belum ada ketertarikan untuk masuk ke sana [komponen electric vehicle]. Untuk kendaraan itu, komponennya yang paling utama adalah baterai. Sekarang perusahaan ingin fokus pada heavy equipment,” ungkap Andri di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Untuk merespons datangnya teknologi kendaran listrik, perusahaan justru memutuskan untuk kian memperkecil porsi produksi komponen otomotif, dan berencana terus memperbesar segmen komponen untuk heavy equipments seperti bus dan truk, dan komponen untuk keperluan sektor kelautan.

Sepanjang periode Januari—September 207, emiten dengan kode saham SMSM tersebut membukukan pendapatan dari penjualan bersih sebesar Rp889,41 miliar atau naik 26,1% dari capaian periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp705,24 miliar.

Menurut Andri, margin yang didapat perusahaan lebih besar jika memproduksi produk-produk heavy equipments. “Sekarang ini komposisi antara komponen otomotif dan heavy equipements itu sudah 34:66 dan secara gradual akan kami tingkatkan untuk yang nonotomotif,” ungkap Andri.

Sementara itu, emiten komponen grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk. justru melihat electric vehicle sebagai peluang bisnis di masa depan. Saat ini, emiten dengan kode saham AUTO tersebut sedang menjajaki kerja sama dengan pihak asing untuk memproduksi komponen kendaraan listrik.

President Director PT Astra Otoparts Tbk. Hamdhani mengungkapkan perseroan sudah melakukan riset sejak tahun lalu. Menurutnya, sampai detik ini belum diputuskan bentukan kerja sama antara AUTO dengan pihak lain tersebut.

"Bisa dengan mendirikan pabrik baru, bisa juga dengan joint venture, bentukannya bisa macam-macam. Kalau percaya dengan pasar Indonesia, bisa saja mereka mau masuk untuk JV. Yang jelas, kami mempersiapkan diri walaupun permintaannya belum besar," ungkap Hamdhani.

Untuk dapat melakukan berbagai riset, Astra Otoparts juga telah mengalokasikan dana belanja modal (capex) pada tahun ini, khusus untuk pengembangan produk komponen kendaraan listrik. Meski demikian, nilainya masih tergolong kecil dengan besaran kurang dari 10% dari total capex perseroan tahun ini yang sekitar Rp2 triliun.

"Memang permintaannya [kendaraan listrik] belum besar tapi proses kami masuk kan takes time. Mulai tahun lalu kami mulai eksplorasi, investigasi, mencari calon partner, berdiskusi dengan calon partner," ungkap Hamdhani yang juga merupakan Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil (GIAMM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dara Aziliya
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper