Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Kehilangan Tenaga Pekan Ini

Harga minyak mentah mengakhiri pekan ini dengan kemerosotan, akibat terbebani penguatan dolar AS serta kekhawatiran seputar booming produksi minyak shale.
West Texas Intermediate/Reuters
West Texas Intermediate/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah mengakhiri pekan ini dengan kemerosotan, akibat terbebani penguatan dolar AS serta kekhawatiran seputar booming produksi minyak shale.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2018 ditutup turun 35 sen di US$65,45 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Jumat (2/2/2018), sekaligus mengalami penurunan 1% pekan ini.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman April 2018 berakhir turun US$1,07 di US$68,58 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global tersebut ditutup premium sebesar US$3,51 terhadap WTI kontrak April, terkecil sejak Agustus.

Bursa minyak di New York tergelincir 0,5% pada akhir perdagangan Jumat, saat dolar AS menguat dan bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak menuju pekan terburuk dalam dua tahun.

Seperti diketahui, kinerja greenback yang lebih kuat mengurangi daya tarik komoditas ini sebagai investasi. Pada saat yang sama, kekhawatiran seputar produksi minyak shale yang lebih tinggi menambah tekanan terhadap harga minyak.

Indeks Energi pada S&P 500 anjlok hampir 4,7%, dengan saham Exxon Mobil Corp., Chevron Corp., dan Hess Corp turun lebih dari 5%. Adapun kinerja dolar AS naik menyusul laporan data upah dan rata-rata pendapatan per jam di AS yang lebih baik daripada perkiraan. Bloomberg Dollar Spot Index pun bertambah 1%.

“Laporan pekerjaan yang kuat ini tentu meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan itu mendorong penguatan dolar, namun jelas menurunkan performa pasar ekuitas,” jelas Rob Haworth di US Bank Wealth Management, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (3/2/2018).

“Anda melihat sedikit penghindaran risiko yang benar-benar berdampak terhadap pasar minyak,” lanjutnya.

Harga minyak mentah di New York bertahan di kisaran US$65 per barel, yang mengancam peningkatan produksi minyak shale AS ke dalam pasar. Tingkat pengeboran di AS meningkat untuk pekan kedua, dengan penambahan sebanyak enam rig minyak, menurut data Baker Hughes pada hari Jumat.

Produksi minyak mentah AS melonjak di atas 10 juta barel per hari, untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade pada November, seperti dilaporkan Enery Information Administration (EIA) awal pekan ini. Produksi mingguan juga mencapai tingkat rekor tertinggi.

“Harga minyak telah mengikuti pergerakan dolar sepanjang pekan dan tiba-tiba, harga minyak berada di bawah tekanan,” kata Gene McGillian, seorang manajer riset pasar di Tradition Energy, Stamford, Connecticut.

Pada saat yang sama, tambah McGillian, para pedagang dibayangi data yang menunjukkan lonjakan produksi minyak mentah AS di atas 10 juta barel per hari pada November.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper