Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Tambang Dorong IHSG Cetak Rekor Lagi

Indeks harga saham gabungan (IHSG) lagi-lagi mencetak rekor. Tak hanya berhasil mempertajam rekornya selama empat hari berturut-turut, IHSG juga memperpanjang relinya untuk akhir perdagangan hari keenam berturut-turut, Selasa (19/12/2017).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Desember 2017  |  16:59 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) lagi-lagi mencetak rekor. Tak hanya berhasil mempertajam rekornya selama empat hari berturut-turut, IHSG juga memperpanjang relinya untuk akhir perdagangan hari keenam berturut-turut, Selasa (19/12/2017).

IHSG ditutup menguat 0,55% atau 33,70 poin di level 6.167,67, level penutupan tertinggi sepanjang masa, meski dibuka dengan pelemahan 0,34% atau 20,87 poin di level 6.113,09.

Padahal IHSG baru kembali mencetak rekornya setelah pada perdagangan Senin (18/12) berakhir menguat 0,24% atau 14,54 poin di level 6.133,96.

Dibuka di zona merah, IHSG bergerak fluktuatif cenderung melemah di awal dagang bahkan sempat menyentuh level 6.110,28. Namun tak lama IHSG mampu meraih kembali momentumnya dan bertahan menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.110,28 – 6.176,45.

Dari 568 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 155 saham menguat, 167 saham melemah, dan 246 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor tambang dan konsumer yang masing-masing menguat 1,97% dan 1,22%. Adapun empat sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur yang melemah 0,71%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 mampu berakhir menguat 0,54% atau 3,02 poin di level 557,86, setelah dibuka dengan pelemahan 0,41% di posisi 552,55.

Sementara itu, bursa saham lainnya di Asia Tenggara bergerak variatif dengan indeks SE Thailand (+0,38%) pada pukul 16.08 WIB, indeks PSEi Filipina (-0,68%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,84%), dan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,30%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup melemah 0,15%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir turun 0,13%.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing mampu berakhir menguat 0,88% dan 1,26%. Indeks Hang Seng Hong Kong juga menguat 0,70%.

Secara keseluruhan, pergerakan bursa Asia naik ke level tertingginya dalam hampir tiga pekan di tengah meningkatnya optimisme bahwa Partai Republik AS akan mampu meloloskan rencana reformasi pajaknya pekan ini.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% ke posisi 171,99 pada pukul 4.39 sore waktu Hong Kong, level tertinggi sejak 29 November.

“Ada persepsi bahwa perekonomian AS akan baik akibat reformasi pajak, sesuatu yang sangat positif bagi Asia. Reformasi pajak AS tentunya akan membantu pendapatan korporasi di seluruh dunia,” ujar Hans Goetti, pendiri HG Research, seperti dikutip dari Bloomberg.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

UNVR

+2,12

BBRI

+1,47

HMSP

+1,11

MABA

+24,89

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TLKM

-1,18

TPIA

-3,85

INTP

-2,91

MAYA

-7,11

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top