KALEIDOSKOP BURSA SYARIAH 2017: JII Tumbuh Melambat, Tertinggal Jauh dari IHSG

Kinerja indeks syariah, Jakarta Islamic Index (JII), sepanjang tahun 2017 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pergerakan JII sepanjang tahun ini bahkan lebih lambat dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 14 Desember 2017 18:29 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja indeks syariah, Jakarta Islamic Index (JII), sepanjang tahun 2017 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pergerakan JII sepanjang tahun ini bahkan lebih lambat dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, sejak awal tahun 2017 hingga akhir perdagangan hari ini, Kamis (14/12/2017), JII tercatat telah naik 6,29%. Adapun IHSG mengalami kenaikan sebesar 15,88% sepanjang tahun ini.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikan JII secara persentase juga tercatat lebih rendah. Sejak awal tahun 2016 hingga akhir perdagangan 14 Desember 2016, JII mampu menguat sebesar 17,77%.

Kenaikan yang dibukukan JII sepanjang periode 2016 tersebut bahkan melampaui kenaikan IHSG yang menguat 16,28%.

JII mencatatkan level terendahnya sepanjang tahun ini pada 20 Januari, saat berakhir merosot 1,45% atau 10,09 poin di posisi 687,24.

Pergerakan JII biasanya mengikuti IHSG, sehingga ketika berbicara prospek, JII akan mengikuti prospek IHSG yang bisa dipengaruhi kondisi makro bahkan skala global.

Pada 20 Januari 2017, IHSG juga berakhir melemah 0,84% atau 44,64 poin di level 5.254,31, level terendah kedua sepanjang tahun ini, saat pelaku pasar mengamankan posisi seiring dengan berlangsungnya pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45.

Sementara itu, level tertinggi yang dibukukan JII sepanjang tahun ini adalah pada 3 Juli ketika mampu berakhir melesat 2,01% atau 15,03 poin di posisi 764,63. Empat saham pendorong utama penguatan JII saat itu yakni TLKM (+5,97%), UNTR (+5,10%), UNVR (+1,33%), dan PGAS (+4,44%).

Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga tercatat mengalami kenaikan persentase terbesar sepanjang tahun ini, masing-masing sebesar 60,82% dan 33,79%.

Di sisi lain, dua saham dengan persentase penurunan terbesar sepanjang tahun ini adalah saham PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang masing-masing anjlok 34,72% dan 32,76%.

 

5 saham syariah dengan kenaikan persentase terbesar sepanjang tahun 2017 (YTD per 14 Desember)

Emiten

Pertumbuhan

(%)

PT United Tractors Tbk

60,82

PT Unilever Indonesia Tbk

33,79

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

26,38

PT Pakuwon Jati Tbk

16,8

PT Surya Citra Media Tbk

14,64

5 saham syariah dengan penurunan persentase terbesar sepanjang tahun 2017 (per 14 Desember)

Emiten

Pertumbuhan

(%)

PT Summarecon Agung Tbk

-34.72

PT Perusahaan Gas Negara Persero

-32.76

PT Wijaya Karya Persero Tbk

-32.33

PT PP Persero Tbk

-30.23

PT Aneka Tambang Persero Tbk

-29.05

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Jakarta Islamic Index, indeks syariah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top