Rekomendasi Pasar Obligasi: Kenaikan Terbatas Bisa Berlanjut

Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, Selasa (5/12/2017) kembali bergerak dengan mengalami penurunan terbatas di tengah penurunan imbal hasil surat utang global serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
Emanuel B. Caesario | 06 Desember 2017 10:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, Selasa (5/12/2017) kembali bergerak dengan mengalami penurunan terbatas di tengah penurunan imbal hasil surat utang global serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa yield US Treasury ditutup bervariasi jelang departemen perdagangan Amerika melaporkan bahwa defisit perdagangan melebar ke tingkat tertinggi.

Adapun, terbatasnya pergerakan imbal hasil SUN didorong oleh minimnya volume perdagangan kemarin serta didukung secara teknikal.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 3 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 2 - 3 bps dengan harga naik hingga sebesar 8 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN harga SUN dengan tenor panjang berada di area konsolidasi, sedangkan dengan tenor pendek masih terlihat mengalami tren kenaikan.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan bergerak secara terbatas dengan kecenderungan mengalami kenaikan didorong oleh nilai tukar rupiah menguat serta pelaku pasar yang menanti data pada akhir pekan ini," ungkapnya dalam riset harian, Rabu (6/12/2017)

Sementara itu, harga SUN dengan denominasi dolar AS diperkirakan juga akan mengalami kenaikan di tengah imbal hasil surat utang global cenderung mengalami penurunan.

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini, yakni seri FR0069, FR0053, FR0071, FR0073, FR0065, FR0068, dan FR0072.

Adapun, kemarin imbal hasil seri-seri acuan tercatat turun sehingga mendorong peningkatan harga.

FR61: 6.012% -1.40 bps, harga 5.5 bps
FR59: 6.497% -0.94 bps, harga 6.7 bps
FR74: 7.033% -0.87 bps, harga 8.1 bps
FR72: 7.238% -0.11 bps, harga 1.2 bps

Sementara itu, imbal hasil sejumlah surat utang global juga turun. US Treasury 10 tahun turun -0.021 bps ke posisi 2.353%, sementara untuk tenor 30 tahun turun -0.033 bps ke posisi 2.732%. Gilt 10 tahun ditutup di level 1.265% setelah turun -0.018 bps, sementara Bund 10 tahun 0.314% setelah turun -0.019 bps.

Volume SUN senilai Rp7,94 triliun dari 38 seri, nilai seri acuan sebesar Rp2,46 triliun. Volume Corporate Bond senilai Rp1,61 triliun dari 45 seri.

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 8 pts atau 0,06% ke posisi Rp13.519 setelah bergerak di kisaran Rp13.503 - Rp13.524. Penguatan rupiah terjadi bersama sejumlah mata uang lain, seperti Won Korea Selatan (KRW), Dollar Taiwan (TWD), dan Yuan China (CNY). Sementara itu, mata uang yang melemah kemarin yakni Ringgit Malaysia (MYR), Yen Jepang (JPY), Rupee India (INR).

Tag : Obligasi, sun
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top