Saham Perbankan Rebound, Indeks Shanghai Composite Ditutup Berbalik Menguat

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,28% atau 9,49 poin ke level 3.392,40, sedangkan indeks blue-chip CSI 300 ditutup naik 0,56% atau 22,98 poin ke level 4.143,83.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 November 2017 15:35 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China berbalik menguat pada akhir perdagangan hari ini, Senin (20/11/2017), ditopang rebound saham perbankan, bahkan setelah pemerintah menetapkan pedoman baru untuk mengatur produk pengelolaan aset.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,28% atau 9,49 poin ke level 3.392,40, sedangkan indeks blue-chip CSI 300 ditutup naik 0,56% atau 22,98 poin ke level 4.143,83.

Seperti dilansir Reuters, bank sentral China mengeluarkan pedoman pada hari Jumat (17/11) yang mengatur bisnis pengelolaan aset secara lebih ketat, menyusul usaha pemerintah untuk mengendalikan praktik shadow banking berisiko yang telah menyalurkan uang ke saham, obligasi dan properti di China.

Pada akhir 2016, volume kolektif dari bisnis pengelolaan aset mencapai 102 triliun yuan (US$15,37 triliun).

Kinerja indeks sektoral pada perdagangan hari ini beragam. Sektor perbankan kelas rebound dengan kenaikan 1,7%, didukung oleh saham Ping An Bank yang melonjak 8% ke level tertinggi dalam 29 bulan terakhir.

Draft pedoman akan menyatukan peraturan yang mencakup produk pengelolaan aset yang dikeluarkan oleh semua jenis lembaga keuangan dan akan menetapkan plafon leverage pada produk tersebut. Namun pedoman ini tidak akan segera ditetapkan. Akan ada masa transisi yang berlangsung sampai 30 Juni 2019.

Meskipun begitu, ada dampak psikologis di pasar karena hal ini memperkuat pandangan bahwa regulator akan terus memperketat cengkeraman mereka di area sistem keuangan yang lebih berisiko.

Pandangan investor cukup beragam terhadap peraturan baru ini, karena beberapa analis memperkirakan adanya peraturan yang lebih ketat yang mengekang arus uang ke pasar saham dari kreditur dan menekan tingkat likuiditas. Namun beberapa masih melihat manfaat jangka panjang di pasar saham China.

Zizheng Wang, manajer portofolio UBS Asset Management, mengatakan bahwa dari perspektif jangka panjang, manajer keuangan melihat pertumbuhan ekonomi dan peluang China yang berkelanjutan di pasar saham kelas A.

"Ada peluang investasi yang menarik dalam saham blue chip yang bernilai wajar, serta saham pemimpin industri yang memiliki daya saing internasional yang terus meningkat,” ungkapnya, seperti dikutip Reuters.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top