Penangkapan Elit Arab Dorong Penguatan WTI

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember melonjak 3,1% atau US$1,71 ke level US$57,35 per barel di New York Mercantile Exchange, dengan total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 27% di atas rata-rata 100 hari perdagangan.
Minyak West Texas Intermediate/Reuters
Minyak West Texas Intermediate/Reuters

Bisnis.com, JAKARtA – Harga minyak mentah Amerika Serikat menembus US$57 per barel pada hari Senin, (6/11/2017), didorong oleh serangkaian kejadian yang dimulai dengan penangkapan di kalangan elit Arab Saudi.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember melonjak 3,1% atau US$1,71 ke level US$57,35 per barel di New York Mercantile Exchange, dengan total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 27% di atas rata-rata 100 hari perdagangan.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Januari melonjak US$2,20 ke level US$ 64,27 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, kenaikan terbesar sejak Juli.

John Kilduff, partner di Again Capital LLC, mengatakan penangkapan petinggi Arab Saudi tersebut meningkatkan "momok ketidakstabilan di kerajaan Saudi.

"Ini adalah putaran lain dari hal yang mengejutkan yang dapat meningkatkan pasar minyak mentah yang sedang tegang ini,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Puluhan pangeran, menteri pemerintah dan milyarder ditangkap dalam penyelidikan anti korupsi, termasuk pejabat tinggi yang terlibat dengan produsen minyak negara Saudi Aramco.

Selain guncangan yang melibatkan eksportir minyak mentah terbesar di dunia ini mendukung rally minyak mentah, janji oleh menteri minyak Nigeria untuk menghentikan produksi ditambah dengan penurunan dolar AS menambah momentum kenaikan saat sesi berlangsung.

"Risiko pasokan geopolitik mulai ada di pasar saat ini karena pemotongan pasokan OPEC telah membuatnya relevan," kata Michael Loewen, analis komoditas Scotiabank kepada Bloomberg.

“Sekarang OPEC telah membatasi penawaran dan permintaan terus tumbuh lebih tinggi dari waktu ke waktu, kita mendekati keseimbangan pasar dan ini berarti risiko pasokan lebih penting,” lanjutnya.

Minyak telah naik selama empat minggu berturut-turut di New York di tengah tanda-tanda berkurangnya pasokan global sebagai respons terhadap pemangkasan output yang diterapkan oleh OPEC dan sekutunya termasuk Rusia.

Pada pertemuan OPEC 30 November mendatang, Arab Saudi, Irak dan pemasok utama lainnya diharapkan membuat perpanjangan batas melampaui Maret 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper