Ini Jadwal dan Detail Rencana IPO Wika Gedung

PT Wijaya Karya Gedung, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., berencana menawarkan saham perdananya (IPO) dalam masa penawaran awal (bookbuilding) mulai Kamis (26/10/2017) hingga Selasa (7/11/2017).
Yodie Hardiyan | 25 Oktober 2017 10:33 WIB
Dirut PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) Nariman Prasetyo (kiri) meninjau pembangunan proyek CBD di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/8). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA--PT Wijaya Karya Gedung, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., berencana menawarkan saham perdananya (IPO) dalam masa penawaran awal (bookbuilding) mulai Kamis (26/10/2017) hingga Selasa (7/11/2017).

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Rabu (26/10), Wika Gedung memperkirakan dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 30 November 2017.

Sebelum pencatatan, perusahaan memperkirakan akan melewati sejumlah proses seperti distribusi saham secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan (29 November), penjatahan (28 November), masa penawaran umum (22-24 November) dan tanggal efektif (20 November).

Wika Gedung, perusahaan yang bergerak di bidang industri konstruksi hingga pengembangan kawasan tersebut, berencana melepas sebanyak-banyaknya 4,46 miliar lembar saham yang mewakili 40% saham dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Perusahaan belum mengumumkan harga penawaran IPO tersebut.

Dana hasil IPO itu akan digunakan oleh perusahaan untuk pengembangan usaha dengan porsi 70% dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja.

Pengembangan usaha itu meliputi penyediaan ruang dalam bentuk joint venture (JV) pada infrastruktur perkotaan dengan porsi 40%, investasi 20% dan pembelian alat produksi konstruksi 10%.

Sementara itu, dana hasil IPO itu juga akan digunakan untuk modal kerja yang meliputi modal kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi proyek-proyek konstruksi yang akan didapatkan oleh perseroan seperti pembayaran upah, pembayaran subkontraktor dan pemasok.

Dalam aksi korporasi itu, 4 perusahaan sekuritas yaitu PT Bahana Sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas, PT CIMB Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Wika Gedung

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top