Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KKGI Siapkan Capex US$1,5 Juta Pada 2018

PT Resources Alam Indonesia Tbk. (KKGI) menyiapkan belanja modal sebesar US$1,5 juta untuk mendukung target produksi batu bara sebanyak 3,5 juta ton pada 2018.
Pengunjung beraktivitas di dekat layar papan elektronik yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/10)./JIBI-Dedi Gunawan
Pengunjung beraktivitas di dekat layar papan elektronik yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/10)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Resources Alam Indonesia Tbk. (KKGI) menyiapkan belanja modal sebesar US$1,5 juta untuk mendukung target produksi batu bara sebanyak 3,5 juta ton pada 2018.

Direktur PT Resources Alam Indonesia Tbk. Agoes Soebekti Soeparman mengungkapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan tidak terlalu besar pada tahun depan.

“Capex kami tidak terlalu mengeluarkan terlalu besar mungkin US$1,5 juta,” katanya, Selasa (24/10/2017).

Dia menambahkan pasar batu bara perseroan pada tahun depan tetap berorientasi ekspor dengan porsi terbesar ke Korea Selatan. “Orientasi ekspor masih sepetti sekarang paling besar Korea.”

Selain Korea Selatan, pasar ekspor batu bara perseroan juga termasuk China, Thailand, Kamboja, Filipina, India, Malaysia dan Vietnam.

Direktur PT Resources Alam Indonesia Tbk. Wimpi Salim menambahkan pada tahun depan perseroan menargetkan produksi sebanyak 3,5 juta ton. Produksi batu bara perseroan masih ditopang oleh anak usaha perseroan yakni PT Insani Baraperkasa.

Dia mengungkapkan target produksi tersebut dihasilkan oleh dua blok di PT Insani Baraperkasa yakni Blok Loa Janan yang diproyeksikan memproduksi batu bara sebanyak 2,5 juta ton. Sisanya sebanyak 1 juta ton akan dihasilkan dari Blok Perangat.

Menurutnya, untuk meningkatkan produksi batu bara pada tahun depan, perseroan akan melakukan sejumlah langkah antara lain investasi pada alat produksi dan mengupayakan produksi batu bara dari lokasi tambang baru yang ada di Blok Perangat.

Wimpi menambahkan perseroan juga akan melakukan blasting (peledakan) untuk mempercepat kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal). Selain itu, perseroan juga akan melakukan desain ulang mega pit untuk jangka panjang.

“Kami optimistis untuk tahun depan produksi bisa dicapai karena kondisi harga cukuo baik dan stabil,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukas Hendra TM
Editor : Maftuh Ihsan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper