Unilever Beli Saham Produsen Kosmetik Korsel US$2,7 Miliar

Raksasa penghasil barang-barang konsumen, Unilever, setuju untuk membeli mayoritas saham produsen kosmetik asal Korea Selatan senilai 2,27 miliar euro (US$2,7 miliar) dari Goldman Sachs Group Inc. dan Bain Capital Private Equity.
Renat Sofie Andriani | 25 September 2017 15:19 WIB
Unilever - www.unilever.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa penghasil barang-barang konsumen, Unilever, setuju untuk membeli mayoritas saham produsen kosmetik asal Korea Selatan senilai 2,27 miliar euro (US$2,7 miliar) dari Goldman Sachs Group Inc. dan Bain Capital Private Equity.

“Unilever akan membeli saham Carver Korea, produsen produk-produk perawatan kulit AHC,” terang Unilever dalam pernyataannya yang dirilis hari ini, Senin (25/9/2017), seperti diikutip dari Bloomberg.

Bagi Unilever, yang produknya mencakup es krim Ben & Jerry dan sabun Dove, akuisisi ini menandai pergeseran dari pembelian di bidang lainnya yang dilakukan baru-baru ini seperti, teh organik dan mayones vegan, seiring upaya Paul Polman, CEO Unilever, untuk menerapkan komitmen keberlanjutan.

Perusahaan berbasis di London dan Amsterdam ini juga telah membangun prestise dalam bisnis perawatan pribadinya, dengan target merek-merek papan atas seperti Dermalogica, Ren, dan Murad.

Langkah akusisi ini serta merta akan memperkuat posisinya di Korsel yang diketahui sebagai pasar produk perawatan kulit (skincare) terbesar keempat di dunia. Minat terhadap perusahaan-perusahaan kosmetik di Korsel telah memanas akhir-akhir ini.

Tahun lalu, Goldman dan Bain membeli 80% saham Carver senilai 430 miliar won (sekitar US$380 juta), ketika perusahaan tersebut memiliki laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) mencapai 137 juta euro.

Pada April, Bain Capital setuju untuk menginvestasikan sekitar US$816 juta dalam produsen produk-produk kecantikan asal Korsel, Hugel Inc. Sementara itu, AHC sendiri dikenal untuk-untuk produk-produknya termasuk pelembab, toner, dan pelindung matahari.

Perusahaan-perusahaan kosmetik di negeri ginseng yang selama bertahun-tahun sempat mengalami pertumbuhan solid akibat permintaan China yang kuat, baru-baru ini melesu di tengah perselisihan geopolitik di semenanjung Korea.

Laba usaha Amorepacific Corp., perusahaan kosmetik terbesar di Korea Selatan, contohnya anjlok 58% pada kuartal kedua.

Tag : unilever
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top