Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Siap Rilis Infrastruktur Fund Berbentuk KIK EBA

Otoritas Jasa Keuangan akan segera meluncurkan produk investasi baru salah satunya infrastruktur fund dalam bentuk KIK EBA. Pasalnya, dari sisi regulasi saat ini sudah tidak ada persoalan.
DIALOG EKONOMI DENGAN PELAKU PASAR MODAL Presiden Joko Widodo (kedua kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad (kanan), dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di sela-sela Kunjungan Kerja dan Dialog Ekonomi Dengan Para Pelaku Pasar Modal di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa (4/7). (JIBI/Bisnis/Dwi Prasetya )
DIALOG EKONOMI DENGAN PELAKU PASAR MODAL Presiden Joko Widodo (kedua kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad (kanan), dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di sela-sela Kunjungan Kerja dan Dialog Ekonomi Dengan Para Pelaku Pasar Modal di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa (4/7). (JIBI/Bisnis/Dwi Prasetya )

Bisnis.com JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan akan segera meluncurkan produk investasi baru salah satunya infrastruktur fund dalam bentuk KIK EBA. Pasalnya, dari sisi regulasi saat ini sudah tidak ada persoalan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan selain memperbanyak perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, otoritas juga memperbanyak produk yang diperdagangkan, termasuk surat-surat utang yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

Dia menilai pasar modal merupakan primadona untuk memenuhi pembiayaan jangka panjang. OJK, lanjutnya, akan mengeluarkan produk baru terutama mempermudah usaha kecil dan menengah untuk masuk ke pasar modal melalui penyerdahanaan yang akan diberikan.

“Termasuk juga, kami akan keluarkan produk investasi, infrastruktur fund dalam bentuk KIK EBA. Ini juga setelah kami konsultasikan ke pelaku pasar minatnya besar. Mudah-mudahan semua ini akan menjadi alternatif pembiayaan dari pasar modal,” katanya di Bursa Efek Indonesia, Selasa (4/7/2017).

Ini, lanjutnya, bisa segera kami laksanakan karena peraturan sudah tidak ada persoalan. “Saya kira ini yang akan kami lanjutkan, dan mudah-mudahan keinginan untuk mencari alternatif pembiayaan pembangunan bisa segera kita wujudkan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukas Hendra TM
Editor : Fajar Sidik

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper