Bank Sentral Hawkish, Pound Sterling Berpeluang ke 1,30 per Dolar AS.

Mata uang pound sterling berpeluang mengetes level 1,30 per dolar AS penutupan perdagangan pekan ini seiring dengan sentiment hawkish yang menyelimuti Bank of England (BoE).
Hafiyyan | 29 Juni 2017 09:31 WIB
Poundsterling. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Mata uang pound sterling berpeluang mengetes level 1,30 per dolar AS penutupan perdagangan pekan ini seiring dengan sentiment hawkish yang menyelimuti Bank of England (BoE).

Pada perdagangan Kamis (29/6/2017) pukul 8.50 WIB, mata uang GBP menghijau 0,0032 poin atau 0,25% menuju 1,2958 per dolar AS. Ini merupakan peningkatan dalam 7 sesi berturut-turut.

Research and analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menuturkan pernyataan Gubernur Bank of England Mark Carney mengindikasikan sentiment hawkish. Saat ekonomi Inggris dan Eropa berada dalam taraf full capacity, maka kenaikan suku bunga diperlukan. Saat ini, tingkat suku bunga ECB ialah 0,25%.

“Sentimen hawkish ECB memberikan sentiment positif terhadap GBP. Harga berpeluang menuju 1,30 per dolar AS sampai akhir pekan ini,” tuturnya kepada Bisnis.com, Kamis (29/6/2017).

Penguatan GBP juga tak lepas dari pelemahan dolar AS ke level terendah sejak Oktober 2016. Menurutnya, hal ini terjadi akibat berkurangnya keyakinan pasar terhadap kemampuan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lanjutan.

Yield obligasi tenor 10 tahun yang menjadi indikator penaikkan suku bunga mengalami pelemahan. Selain itu, kondisi politik AS kian tidak menentu setelah rancangan UU Kesehatan yang diusung Trump kembali ditolak parlemen.

Sebelumnya, mata uang GBP cenderung tertekan akibat ketidakstabilan politik, terutama yang berhubungan dengan proses Brexit. Negosiasi terus berjalan hingga langkah Brexit secara resmi diambil pada tanggal 31 Maret 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pound sterling

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top