Belanja Modal MNC Land Melonjak

Emiten properti PT MNC Land Tbk. mengganggarkan belanja modal Rp3 triliun pada tahun ini, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan alokasi tahun lalu yang senilai RP1,3 triliun.
Emanuel B. Caesario | 22 Juni 2017 19:13 WIB
Wakil Direktur Utama PT MNC Land Tbk Herman H Bunjamin (dari kiri) bersama Group President Asia Pacific Hyatt Hotels Corporation David Udell, CEO & Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dan Komisaris PT MNC Land Tbk Liliana Tanoesoedibjo, mengamati maket pembangunan hotel Park Hyatt, di Jakarta, Jumat 924/3). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT MNC Land Tbk. mengganggarkan belanja modal senilai Rp3 triliun pada tahun ini, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi tahun lalu yang senilai RP1,3 triliun.

Erwin Richard Andersen, Direktur Keuangan MNC Land, mengatakan bahwa belanja modal tersebut akan digunakan untuk untuk mengembangkan beberapa proyek perseroan senilai Rp2 triliun dan menambah cadangan lahan senilai Rp1 triliun di Jawa Barat dan Bali.

Alokasi yang tinggi pada tahun ini terutama disebabkan karena perseroan akan memulai proyek besar di Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Selain itu, perseroan juga melanjutkan penyelesaian sejumlah proyek yang telah dimulai.

“Tahun ini kita anggarkan sekita Rp3 triliun, tetapi realisasinya tentu tergantung seberapa besar kita bisa akuisisi lahan tahun ini. Kita berharap proyek kita tidak ada kemunduran sehingga kalau tepat waktu, kuartal ketiga semua berjalan lancar,” katanya dalam acara paparan publik, Kamis (22/6/2017).

Erwin mengatakan, pada Oktober mendatang perseroan akan mulai pemancangan tiang perdana atau groundbreaking pengembangan proyek terpadu MNC Lido City, Sukabumi, Jawa Barat. Dari 3.000 hektar rencana pengembangan Lido, perseroan sudah menguasai 2.000 hektar.

Untuk tahap pertama, emiten dengan kode saham KPIG ini akan mengembangkan 700 hektar. Pada tahun ini, proyek perdana yang akan dimulai perseroan di sana yakni pengembangan hotel mewah bintang 6 yang akan menggunakan brand Trump Hotel, infrastruktur kawasan, country club, theme park, dan juga apartemen.

KPIG juga akan merampungkan MNC Media Tower dan Park Hyatt Hotel di Jakarta Pusat yang ditargetkan sudah bisa mulai disewakan dan beroperasi sepenuhnya pada pertengahan tahun depan.

Selain itu, KPIG akan menyelesaikan pula pembangunan proyek service apartment dan strata-title apartment di Surabaya pada akhir tahun ini, yakni One East Penthouse & Residence Collection dan Oakwood Hotel & Residence.

Pembangunan besar juga akan dilakukan di Bali dalam proyek MNC Bali Resort setelah perseroan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Trump Organization untuk mengelola kawasan resort 106 hektar yang dirancang ulang ini.

Selain membangun Trump International Hotel Bintang 6, perseroan juga memperbaiki lapangan golf Trump International Gofl Club serta membangun 80 unit villa mewah dan 150 unit condominium atau apartemen Trump Residence di sana.

Kebutuhan belanja modal tahun ini akan dipenuhi dari dari laba 2016 yang ditahan perseroan senilai Rp1,6 triliun, tambahan utang bank, serta dari aksi penambahan modal melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek telebih dahulu atau private placement.

Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar sebelum paparan publik, pemegang saham perseroan setuju atas rencana private placement perseroan maksimal 516,8 juta saham atau 7,5% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Erwin mengatakan, perseroan sejauh ini belum menentukan pihak yang akan menyerap saham yang akan diterbitkan tersebut. Mekanisme harganya akan mengikuti ketentuan bursa.

Sebagai gambaran, harga saham KPIG pada penutupan perdagangan Rabu (21/6/2017) adalah senilai Rp1.285 per saham. Dengan rencana penerbitan 516,8 juta saham, estimasi dana segar yang akan diserap perseroan mencapai Rp664 miliar.

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga setuju atas rencana pemberian jaminan perusahaan untuk kepentingan perolehan utang baru.

Erwin mengatakan,total kebutuhan investasi untuk menuntaskan kedua proyek ini secara jangka panjang akan mencapai antara Rp10 triliun hingga Rp15 triliun.

Tag : mnc land tbk
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top