Acset Indonusa (ACST) Kantongi Kontrak Baru Rp7,1 Triliun

Kontraktor swasta, PT Acset Indonusa Tbk., mengantongi kontrak baru Rp7,1 triliun sampai pekan ketiga Juni 2017 atau sebesar 95% dari target kontrak Rp7,5 triliun sepanjang tahun.
Yodie Hardiyan | 21 Juni 2017 16:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kontraktor swasta, PT Acset Indonusa Tbk., mengantongi kontrak baru Rp7,1 triliun sampai pekan ketiga Juni 2017 atau sebesar 95% dari target kontrak Rp7,5 triliun sepanjang tahun.

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan kontrak tersebut berasal dari sejumlah proyek. “Proyek terbesar yang kami dapatkan adalah proyek tol Jakarta-Cikampek elevated, kemudian tol Kunciran-Serpong. Sisanya adalah beberapa proyek struktur dan pondasi,” katanya ketika dihubungi, Rabu (21/6/2017).

Dalam proyek Jakarta-Cikampek elevated tersebut, porsi pekerjaan Acset Indonusa sebesar 49% sedangkan 51% lainnya dikerjakan oleh BUMN konstruksi dan investasi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp13,5 triliun. Proyek jalan tol sepanjang 38,6 kilometer itu terbentang dari Cikunir sampai Karawang Barat di dengan lama pekerjaan konstruksi selama 24 bulan.

Maria mengatakan perusahaan akan kembali merevisi target kontrak baru apabila target Rp7,5 triliun tersebut tercapai. Apabila rencana revisi itu terealisasi maka Acset Indonusa merevisi target hingga 2 kali dalam setahun.

Seperti diketahui, semula Acset Indonusa menargetkan kontrak baru Rp4,5 triliun pada 2017. Namun, target itu diubah mengingat emiten berkode saham ACST itu telah mengantongi kontrak baru yang besar di awal tahun.

Maria belum bersedia menyebutkan target nilai kontrak baru yang akan direvisi untuk kedua kalinya. “Kami akan perhitungkan kembali setelah kami mencapai target tersebut, Kami harapkan tentunya hingga akhir tahun kami bisa mencapai target tersebut,” katanya.

Menurutnya, target kinerja keuangan Acset Indonusa sampai akhir tahun belum mengalami perubahan. Kontrak baru yang diperoleh pada semester II/2017, ujarnya, belum terlalu memberikan dampak terhadap pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Sampai kuartal I/2017, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp30,6 miliar atau meningkat 59% dibandingkan dengan Rp19,23 miliar pada kuartal I/2016. Laba tersebut diperoleh dari pendapatan usaha sebesar Rp506,22 miliar pada kuartal I/2017 atau meningkat 11% dibandingkan dengan Rp457,68 miliar pada kuartal I/2016.

Sejak awal 2017 sampai saat ini, saham ACST telah memberikan imbal hasil (return) lebih dari 8%. Dengan 700 juta lembar saham yang beredar, kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp2,14 triliun pada saat ini. Acset Indonusa adalah salah satu perusahaan konstruksi swasta yang mendapatkan keuntungan dari maraknya pembangunan infrastruktur belakangan ini . Semula fokus perusahaan adalah di bidang proyek-proyek properti.

Tag : acset indonusa
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top