Malindo Feedmill (MAIN) Siapkan Capex US$50 Juta

PT Malindo Feedmill Tbk. menyiapkan anggaran belanja modal sebesar US$50 juta pada tahun ini yang difokus untuk membangun fasilitas pengering jagung (corn dryer) dan membangun peternakan.
Ana Noviani | 20 Juni 2017 18:45 WIB
Pakan ternak - malindofeedmill.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Malindo Feedmill Tbk. menyiapkan anggaran belanja modal sebesar US$50 juta pada tahun ini yang difokus untuk membangun fasilitas pengering jagung (corn dryer) dan membangun peternakan. 

Direktur Malindo Feedmill Rudy Hartono mengatakan ekspansi perseroan akan difokuskan untuk memacu produksi ayam potong dan mengamankan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. 

"Tahun ini kami siapkan belanja modal sekitar US$50 juta untuk bangun peternakan dan mesin pengering jagung," ujarnya, Selasa (20/6/2017). 

Sumber belanja modal tersebut akan berasal dari kas internal perseroan sebesar 30%. Adapun 70% capital expenditure akan ditarik dari pinjaman bank yang kemungkinan berasal dari kreditur perseroan, yakni PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB-Niaga Tbk., dan PT Bank UOB Indonesia. 

Menurut Rudy, fasilitas corn dryer akan dibangun di daerah sentra produksi jagung nasional. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan corn dryer di Makassar dan menguji coba fasilitas serupa di Semarang dengan kapasitas 30.000 ton.

Belanja modal untuk membangun corn dryer, kata Rudy, menjadi investasi strategis pasca pemerintah memutuskan untuk menutup keran impor jagung dan mendorong swasembada jagung lokal. Keputusan tersebut mendorong industri pakan ternak untuk membangun corn dryer untuk menurunkan kadar air jagung yang diserap dari petani. 

"Investasinya beberapa puluh miliar rupiah untuk satu corn dryer. Fasilitas ini dapat memotong rantai distribusi lebih dekat ke pabrik pakan kami sehingga memotong biaya produksi pakan," imbuhnya. 

Pada tahun ini, emiten berkode saham MAIN ini tidak berencana untuk menggulirkan ekspansi pabrik pakan ternak. Menurut Rudy, fasilitas eksisting yang dimiliki perseroan dapat memproduksi pakan ternak dengan volume yang lebih besar. 

Malindo Feedmill juga belum berencana untuk menambah lini pabrik makanan olahan perseroan. Saat ini, lanjut Rudy, kapasitas produksi mencapai 5.000-6.000 metrik ton per tahun. 

"Itu baru dua lini yang beroperasi, pabrik makanan olahan kami bisa diperluas hingga delapan lini sehingga kapasitasnya 20.000-24.000 MT per tahun. Mungkin kami perluas pada 2018 kalau penjualan meningkat terus," pungkas Rudy.

Tag : malindo feedmill
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top