Kinerja Astra Otoparts (AUTO) Terdongkrak Momentum Lebaran

PT Astra Otoparts Tbk. mengaku momentum Ramadan tahun ini mendongkrak permintaan komponen otomotif, khususnya roda dua.
Kahfi | 19 Juni 2017 16:27 WIB
Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hamdhani Dzulkarnaen Salim (tengah), Direktur Kusharijono (dari kiri), Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro, Direktur Yusak Kristian Solaeman, dan Direktur Lay Agus seusai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Rabu (12/4). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Astra Otoparts Tbk. mengaku momentum Ramadan tahun ini mendongkrak permintaan komponen otomotif, khususnya roda dua.

Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk. Hamdhani Dzulkarnaen mengungkapkan sejauh ini momentum Ramadan mengungkit permintaan komponen otomotif sejak Mei hingga Juni. Akan tetapi, katanya, permintaan komponen roda empat cenderung stabil.

“Yang naik signifikan itu roda dua, sedangkan produksi untuk roda empat cenderung datar,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (19/6/2017).

Dia mengatakan, permintaan otomotif yang stabil dari roda empat itu berasal dari pabrikan atau OEM (Original Equipments Manufactured). Sementara itu, lanjut Hamdhani, permintaan dari pasar purnajual cukup baik.

Terkait permintaan komponen roda dua, hingga Juni permintaan diyakini tetap tinggi. “Sebab dari penjualan Honda saja, untuk Mei cukup tinggi, dan Juni mereka perkirakan masih akan melonjak meski hari kerja sedikit,” tambah Hamdhani.

Dari sisi kinerja kuartal pertama tahun ini, AUTO mencatakan kenaikan penjualan selama kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan interim, penjualan anak usaha Grup Astra yang bergerak di bidang industri komponen otomotif itu mencapai Rp3,47 triliun,  tumbuh 11,16% dibandingkan Rp3,12 triliun pada periode sama tahun lalu.

AUTO masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih yang pada kuartal pertama tahun ini sebesar 31,87%. Laba bersih tahun berjalan itu mencapai Rp148,31 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Rp112,46 miliar pada periode sama tahun lalu.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
market, penjualan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top