Pemegang Saham Medco Energi (MEDC) Beri Restu Stock Split

Bisnis.com, JAKARTA Pemegang saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan perbandingan 4:1.
Lukas Hendra TM | 19 Juni 2017 11:56 WIB
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) Sofyan Basir (kanan), berdiskusi dengan Pendiri PT Medco Energi Internasional Tbk. Arifin Panigoro, di sela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta, Jumat (7/4). - JIBI/Dwi Prasetya


Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan perbandingan 4:1.

Manajemen dalam keterangan resminya menyebutkan dalam RUPSLB yang diselenggarakan Jumat (16/6/2017), para pemegang saham menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham perusahaan dengan perbandingan 4:1.

Selain itu, pemegang saham juga telah memberikan persetujuannya untuk memperpanjang periode pelaksanaan program rights issue yang telah disetujui sebelumnya pada 2016.

Adapun, RUPS ini telah menyetujui beberapa hal yaitu Laporan Tahunan 2016 dan Audit Konsolidasi Laporan Keuangan 2016, Penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit laporan keuangan Perusahaan untuk buku 31 Desember 2017 dan Remunerasi Tetap Direksi (BOD) dan Dewan Komisaris (BOC) untuk periode Januari – Desember 2017.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MEDC, mengatakan bahwa pada 2016 merupakan tahun transformasi bagi Medco Energi. Terdapat dua akuisisi besar, kerja keras dan pelaksanaan efisiensi operasi di berbagai hal dengan mantab yang telah meningkatkan pendapatan, EBITDA, keuntungan bersih dan juga kenaikan harga saham.

“Kami menargetkan untuk terus memberikan nilai di sepanjang 2017 ini,” katanya dalam keteranagan resminya, Senin (19/6/2017).

Medco berencana melakukan dua aksi korporasi pada tahun ini yakni pemecahan nilai nominal saham 4: 1 dan penerbitan rights issue pada tahun ini.

“Stock split ini merefleksikan kepercayaan kami terhadap nilai aset perseroan dan di tahun ini juga akan diikuti dengan rights issue yang menunjukkan komitmen kami untuk mengembalikan nilai bagi para pemegang saham,” kata Hilmi dalam keterangan resminya, Mei lalu.

Saat ini perseroan juga tengah melakukan finalisasi rencana melakukan rights issue yang akan diajukan kepada OJK. Rencana rights issue tersebut, telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada September 2016.

Adapun, pada RUPSLB yang diselenggarakan 30 September 2016 pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham perseroan (HMETD) dalam jumlah yang diperkirakan 1,306 miliar saham dengan 3 waran atau kurang dengan nilai nominal Rp100.

Tag : stock split
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top