Dua Anak Usaha BUMN Segera IPO

Manajemen Bursa Efek Indonesi menyatakan dua perusahaan yang terafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berancang-ancang untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada semester II/2017.
Yodie Hardiyan | 18 Juni 2017 19:47 WIB
Karyawan bejalan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG), di Jakarta, Rabu (7/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Manajemen Bursa Efek Indonesi menyatakan dua perusahaan yang terafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berancang-ancang untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada semester II/2017.

Direktur BEI Samsul Hidayat mengatakan 2 perusahaan itu berkomunikasi dengan BEI untuk melakukan IPO. Namun, Samsul belum bersedia menyebutkan nama perusahaan itu. "Mereka [akan IPO] pakai buku Juni 2017," katanya di Gedung BEI, akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, sepanjang semester I/2017, belum ada satupun anak usaha BUMN yang melakukan IPO. Semula Kementerian BUMN memperkirakan terdapat 9 anak usaha yang akan melakukan aksi korporasi tersebut pada 2017. Namun, sesuai perkembangan terkini, jumlah tersebut berkurang menjadi 8 perusahaan karena PT Adhi Persada Gedung, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk., menunda IPO hingga kuartal I/2018.

Anak BUMN lain yang berencana IPO pada 2017 adalah PT Jasa Armada Indonesia, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), kemudian PT PP Peralatan, PT PP Urban dan PT PP Energi, ketiganya anak usaha PT PP (Persero) Tbk., serta PT Wika Realty dan PT Wika Gedung, keduanya anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Dua anak BUMN lain yang juga berencana melakukan IPO adalah PT Garuda Maintenance Facility, anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Tugu Pratama Indonesia, anak usaha PT Pertamina (Persero).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top