Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Indomobil Masih Lesu

Kinerja konsolidasi PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. pada kuartal pertama tahun ini masih mengalami kelesuan.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 18 Juni 2017  |  13:37 WIB
Kinerja Indomobil Masih Lesu
Ilustrasi: Pabrik Suzuki Indomobil
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kinerja konsolidasi PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. pada kuartal pertama tahun ini masih mengalami kelesuan.

Kinerja itu merupakan lanjutan dari realisasi kinerja sepanjang tahun lalu. Pada kuartal pertama tahun ini, Indomobil mengemas penghasilan bersih konsolidasi sebesar Rp3,745 triliun, turun 11% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp4,186 triliun.

Walau demikian, laba kotor emiten berkode saham IMAS itu malah naik 6%, dari Rp662 miliar pada kuartal pertama tahun lalu, menjadi Rp705 miliar. Akan tetapi, perusahaan yang bergerak di bidang utama otomotif itu mengalami rugi bersih periode berjalan sebesar Rp145 miliar.

Di sisi lain, pada periode tahun lalu, IMAS mencatatkan penghasilan bersih konsolidasi sebesar Rp15,05 triliun. Kinerja tersebut terpangkas 17% dibandingkan Rp18,1 trilin pada periode 2015.

Sedangkan dari sisi kerugian, IMAS menanggung kerugian Rp313 miliar secara konsolidasi. Padahal pada periode tahun sebelumnya, besaran kerugian itu sebanyak Rp22 miliar.

Direktur IMAS Jusak Kertowidjojo enggan memberikan proyeksi kinerja pada tahun ini. Namun demikian, dia menjelaskan dari sektor otomotif mulai terdapat geliat permintaan mobil komersial, seperti penjualan Hino yang dibesut anak usaha konglomerasi tersebut.

“Sudah ada kenaikan permintaan dari kendaraan komersial, terutama truk, nantinya akan merembes juga ke penjualan mobil penumpang,” ungkapnya kepada Bisnis.com akhir pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

market
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top