Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Bahan Baku Turun, Polychem Raih Laba

PT Polychem Indonesia Tbk. yang merupakan produsen polyester dan bahan kimia mengemas laba pada kuartal pertama tahun ini.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 15 Juni 2017  |  07:03 WIB
Harga Bahan Baku Turun, Polychem Raih Laba
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Polychem Indonesia Tbk. yang merupakan produsen polyester dan bahan kimia mengemas laba pada kuartal pertama tahun ini.

Perusahaan membukukan penjualan sebesar US$102,44 juta pada kuartal pertama tahun ini. Nilai itu naik 38,2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$74,12 juta.

Seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, emiten berkode saham AMDG itu mengemas laba bersih sebesar US$3,65 juta. Padahal pada periode sama tahun lalu, perusahaan masih menanggung kerugian sebanyak US$10,39 juta.

Presiden Direktur Polychem Gautama Hartarto mengungkapkan kondisi kinerja yang membalik kondisi tahun lalu tersebut buah dari pergerakan harga bahan baku. “Ethyelen sebagai bahan baku turun dari US$1.100 per metrik ton, menjadi US$1.000 per metrik ton,” katanya, Rabu (14/6/2017).

Di sisi lain, harga produk berupa polyester dan bahan kimia mengalami kenaikan di pasaran. Sepanjang 2016, harga produk itu US$650 per metrik ton, sedangkan saat ini mencapai US$800 per metrik ton.

Dengan dua faktor tersebut, Gautama mengungkapkan Polychem bisa membukukan laba. “Hasil tersebut membuat kondisi tahun ini lebih baik, kalau tahun lalu kami masih merugi,” tambahnya.

Komposisi penjualan pada kaurtal pertama tahun ini masih disumbang produk kimia mencapai 55% atau US$47,01 juta. Sedangkan kontributor terbesar kedua adalah polyester sebesar 33% dengan nilai US$28,38 juta, dan nylon menyumbang 12% atau setara US$10,05 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

market
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top