Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsumsi Baja Domestik Membaik, LMSH Targetkan Pertumbuhan 20,61%

Bisnis.com, JAKARTAEmiten produsen alat logam PT Lionmesh Prima Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini dapat mencapai 20,61% dibandingkan dengan tahun lalu, seiring dengan proyeksi membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya konsumsi baja domestik.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 06 Juni 2017  |  15:18 WIB
Produsen wire mesh, memproduksi jaringan besi beton bermutu tinggi dengan menggunakan mesin mutakhir buatan Swiss. - lionmeshprima
Produsen wire mesh, memproduksi jaringan besi beton bermutu tinggi dengan menggunakan mesin mutakhir buatan Swiss. - lionmeshprima

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten produsen alat logam PT Lionmesh Prima Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini dapat mencapai 20,61% dibandingkan dengan tahun lalu, seiring dengan proyeksi membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya konsumsi baja domestik.

Lawer Soependi, Direktur Utama Lionmesh Prima, mengatakan bahwa naiknya belanja infrastruktur pemerintah diperkirakan memperbaiki kondisi industri baja dan harga baja domestik. Selain itu, permintaan sektor properti juga diperkirakan mulai meningkat pada akhir 2017, seiring dengan terus turunnya suku bunga pinjaman bank.

Emiten dengan kode saham LMSH ini menargetkan penjualan bersih tahun ini dapat mencapai Rp190,38 miliar, tumbuh 20,61% dibandingkan dengan capaian 2016 yang senilai Rp157,86 miliar. Target ini pun lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun lalu yang senilai Rp180 miliar, kendati target tahun lalu tersebut tidak tercapai.

Dengan estimasi perolehan pendapatan tersebut, perseroan memperkirakan laba bersih yang bisa dikantongi perseroan akan mencapai Rp7,61 miliar, tumbuh 21,76% dibandingkan dengan Rp6,25 miliar tahun lalu. Margin bersih perseroan pun meningkat tipis dari 3,96% menjadi 4%.

“Kami buatkan target ini dengan sangat teliti dan seksama sehubungan dengna keadaan ekonomi dan pasar baja. Namun, margin tetap kami targetkan konservatif karena dengan keadaan pasar yang tidak menentu, target yang terlampau tinggi tidak ada gunanya, yang penting tercapai,” katanya, Selasa (6/6/2017).

Untuk mendukung target itu, perseroan akan meningkatkan pemasaran untuk mengejar target volume penjualan sebesar 25.260 ton, meningkat 6,2% dibandingkan dengan volume penjualan tahun lalu 23.790 ton. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

target kinerja
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top